1. Sepiring Kejutan
''Ada orang di dalam?'' Terdengar suara orang bertanya dari arah luar. Hari ini jam delapan lima belas menit. Ini sangat menganggu, batin Amira. Amira yang sedang sibuk di depan laptopnya bangun dari duduknya. Dia tidak biasa menjawab pertanyaan dengan berteriak.
Amira membuka pintu dan benar saja, ada seseorang di depan pintu kamarnya. Amira sedikit terkejut, dia memandangi sososk laki-laki di depannya. Ada tujuan apa dia ada di sini? Siapa yang memperbolehkan dia naik ke lantai atas dengan mudahnya?
''Kamu siapa? Dan, bagaimana kamu bisa naik ke atas sini dan dengan seenaknya bertanya apa ada orang di dalam atau tidak? Kamu pikir ini kost-kostan temanmu? Ini rumah. Apa kamu mau merampok?'' tanya Amira hampir tidak meberi kesempatan orang itu bernapas, karena ketika dia akan menjawab Amira sudah menyambungnya mdengan pertanyaan berikutnya.
''Aku ...'' Amira langsung memotong ucapan orang itu yang hendak menjawab pertanyaan Amira. ''Tidak perlu, kamu turun sekarang! Ayo, cepat!'' Amira terlihat marah dan hamoir saja dia menendang kaki orang di depannya.
''Dengarkan dulu! Aku akan menjelaskan semuanya. Tunggu!'' Amira tidak meberi waktu orang itu. Dia langsung mendorong dada laki-laki di depannya. Dengan sigap dia membalik badan orang itu dan mendorongnya dari belakang. Amira terus mendorong laki-laki itu hingga akhirnya menuruni tangga. Tidak sampai di situ saja, sekarang Amira mendorong tubuh laki0lkai itu menuju pintu gerbang.
Laki-laki itu mengambil handohonenya dari saku celananya. Dia menelpon seseorang dan rupanya teleponnya bersambung. ''Halo!'' Amira mendorong laki-laki itu hingga selangkah laki sampai di gerbang. Laki-laki itu menahan langkahnya. Dia bernalik badan menghadap Amira. Tentu saja geralan yang cepat itu membuat Amira terkejut.
''Halo, betul Ibu. INi sekarang Nona Amira menyuruh saya duduk. Apa Ibu ingin bicara dengan Nona Amkra. Nona ingin tahu tentang saya banyak, tetapi saya sedikit grogi, karena ternyata nona cantik sekali.''
TIdak menanyakan dulu apakah Amira ingi bertelpon dengan seseorang di balik telepon, laki-laki itu langusng memberikan handphonenya. Dia menyalakn speakernya. "'Halo, Amira, ini Mama!'' Terdengar suara dari dalam handpone. Benar itu suara mamanya.
#Novel
Komentar
Posting Komentar