Puisi 5; Di 5;25 Setelah Hujan

 




Di 5;25 Setelah Hujan

 

BLOG NURLAELI UMAR- Ini pagi begitu sepi, kota ini mati.

Terlena perayaan semalam, orang mengular mengejar.

Aku ikut di dalam barisannya, entah mencari apa.

Aku hanya pulang semalam dengan membawa sekantung angin, dan beberapa entah.

 


Ini kota begitu mati, mungkin karena dingin hujan.

Menusuk mata menyelusup ke dalam dada,

Semua bisa nanti saja, saat dingin berganti.

Menjadi malas yang berjilid-jilid.

 


Aku berkata benar.

Benar tentang Minggu yang berarti tidur.

Agar Senin bisa tidak membenci hari.

Dan, sedikit keluh di sela ngopi pagi tidak hampir terjadi lagi.



Kota ini begitu mati. Dalam, bantal empuk aku masih bermimpi.

Membikin puisi, agar nanti setelah bangun, aku bisa membacakannya untukmu.

Betapa aku ingin mengulang Sabtu lagi.

Jakarta, 28424

Komentar