BLOG NURLAELI UMAR- Kau Yakin
Kau Akan Memberiku Sapu Tangan?
Hujan tidak
turun di sini, tapi di dalam dada-dada entah untuk berapa lama
Mungkin sampai
kesedihan-kesedihan mereda
Mungkin
juga tentang kesedihanku di dalamnya
Yang tak
bisa kubahasakan dengan kata-kata
Ini hari
kesekian aku berjalan hanya mengandalkan harapan.
Kemurahan
adalah kemewahan yang kubutuhkan.
Telah banyak
kuteguk doa-doa sampai aku lupa apa saja
Yang
kupinta bertumpang tindih di dada
Tak mengapa dengan air mata
Mungkin
serupa hujan
Lukaku tak
butuh bebat
Hanya
sebuah payung atau tempat berteduh sementara
Sampai reda
dan kakiku bisa melangkah lagi
Meninggalkan hari ini dan kemarin juga setumpuk
cerita duka.
Komentar
Posting Komentar