Fiksi Mini 1. Semua Menghilang Karena Tidak Berpamitan

 


Semua Menghilang Karena Tidak Berpamitan

BLOG NURLAELI UMAR- Pak Bronto merasa dia dan istrinya harus pindah dari rumah kontrakan yang tadinya kosong tidak berpeminat yang sudah dia huni selama tiga tahun.. Alasannya simple, di rumah yang dia kontrak selama tiga tahun cukup merepotkan ketika musim hujan, karena airnya kerap menggenangi halamannya sehingga dia susah beraktifitas. Belum lagi ketika surut menjadi sangat licin.

Rumah yang lebih dekat ke jalan raya yang dtunggalkan pengontrak yang pindah kota dirasa cukup bagus dan lebih dekat ke pasar. Akhirnya Pal Bronto pindah dengan istrinya. Hari pertama dia sangat senang. Tiba hari ke dua di mana rasa capek sudah menghilang, dia akhirnya pergi berjualan di pasar.

Alangkah kagetnya ketika dia dan istrinya masuk ke rumah dan pergi ke dapur, perlatan dapurnya menghilang. Tidak tersisa sama sekali. Dia memeriksa semua pintu, aman. Makin heranlah dia. Akhirnya mau tidak mau dia membeli makanan ke pasar untuk makan siang.

Selepas dhuhur, dia mengajak istrinya ingin memastikan, jangan-jangan dia lupa mengunci rimah lamanya, karena nanti sore baru akan menyerahkan kunci rumah lamanya. Ternyata rumahnya terkunci, Merasa ingin memastikan tidak ada barang yang tertinggal dia masuk. Alangkah kagetnya semua peralatan dapurnya tertata rapi seperti hari-hari sebelumnya dia tinggal di rumah itu.

Pak Bronto dan istrinya kaget bukan kepalang. Akhirnya Pak Bronto mengambil kembali semua peralatan dapurnya. Sebelum pergi PaK Bronto bicara ditemani istrinya, bicara kepada udara kosong.di depannya, ‘’Ini semua barang-barang milik manusia, dan tentu digunakan juga oleh manusia. Kalian itu makhluk lain, jadi kuharap kalian tidak mengganggu kami berdua, karena kami datang dengan baik-baik dan pergi dengan baik-baik.’’

Semenjak itu tidak ada lagi barang yang hilang dan berpindah ke rumah sebelumnya. Mungkin mereka merelakan perpisahan, atau justru mereka ingin dipamiti, karena mereka juga hidup dan sudah bertetangga lama, meski beda alam. 



 

 

 

Komentar