Ngomongin Vaksin,
Yuk!
BLOG
NURLAELI UMAR- Kamu pasti sudah biasa dengan kata-kata seperti vaksin,
imunisasi, pandemi. Terlebih kita kemarin pernah ada di masa menakutkan
ketikan pandemi Corona. Yuk, kita ngomongun vaksin!
1. Sejarah Vaksin
Penyakit menular cacar itu sangat meresahkan, dan menjadi pandemik di
banyak negara secara besar-besaran. Banyak kematian terjadi karena wabah acacr.
Karena itu banyak upaya menemukan
usaha pencegahan agar penyakit menular ditekan agar penyebarannya tidak meluas
dengan cepat. Usaha pencegahan infeksi
penyakit sudah dilakkan 429 tahun
sebelum Masehi di Yunani kuno.
Para ahli melakukan banyak pengamatan dan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa orang yang pernah terkena infeksi cacar setelah sembuh tidak terkena
infeksi untuk yang dua kali.
Setelah itu, 100 tahun setelah masehi orang-orang Tiongkok mempraktekan
variolasi. Variolasi itu sebuah praktek
di mana ada usaha pemindahan virus cacar
dari orang yang terkena sakit cacar
kepada orang yang sehat sevara sengaja. Teknik itu berhasil mencegah penyakit
cacar.
Teknik itu dipraktekan di Barat pada abad ke 18, dengan hasil bisa
menurunkan kematian akibat penyakit cacar.
2. Pencetus pemmbuatan Vaksin Secara
Resmi di Dunia Kedokteran
Pencetus pembuatan vaksin di kedokteran terjadi pada tahun 1796, oleh
seorang dokter berna Edward Jenner. Vaksin itu adalah vaksin cacar. Dia
mengamati bahwa orang yang terkena cacar tidak terkena cacar untuk kedua
kalinya.
Teknik yang dia gunakan adalah dengan menempelkan nanah dari lesi di
lengan pemerah sapi yang terekena cacar
sapi kepada anak yang bernama James
Phipps yang berusia 8 tahun pada luka kecil di kulit tangannya.
Reaksi pertama anak itu mengalami sakit seperti gejala para penderita
cacar, seperti sakit kepala, badan tidak enak, dan sakit pada ketiak. Akan
tetapi setelahnya anak tersebut baik-abik saja dan tidak terkena cacar.
Hasil kesimpulan dari penelitian tersebut adalah terjadinya kekebalan
setelah variolasi, bahkan setelah variolasi dilakukan berulang, anak tersebut
tidak terkena infeksi cacar.
3. Vaksin yang Pernah Dibuat di Dunia
Vaksin modern lebih dikenal dengan metode pelemahan mikroorganisme
berbentuk suspensi atau cairan.
Fugsi vaksin adalah membentuk kekebalan tubuh. Jadi, ketika vaksin
dimasukkan ke dalam tubuh yang sehat, maka tubuh akan menghasilkan antibody
khusus terhadap mikroorganisme yang trekandung cdalam cairan vaksin .
Jenis vaksin sendiri ada 3, yaitu;
1. Vaksin hidup; virus yang ada dan
dimasukkan ke dalam cairan itu hanya dibuat pingsan , dan ketika disuntikkan
tidak menimbulkan sakit, tetapi merangsang kekebalan tubuh.
2. Vaksin mati; vaksin di mana vitus
yang dimasukkan di dalamnya dimatikan terlebih dahulu dengan cara radiasi, suhu
panas atau bahan kimia. Pemberian vaksin ini dilakukan berulang kepada tubuh
yang sama.
3. Vaksin toksoid; vaksin yang dibuat
dengan cara mengambil toksin atau racun dari bakteri.
4. Vaksin biosinetik; vaksin yang
diproduksi secara khusus yang mengandung antigen sehingga menyerupai virus atau
bakteri.
5. Vaksin vector virus; vaksin yang
mengandung protein da materi genetic
virus yang ditempatkan pada tubuh virus
lain.
6. Vaksinsubunit; vaksin yang dibuat
dari bagian khusus tertentu dari tubuh virus atau bakteri.
Beberapa vaksin yang berhasil dibuat untuk mengatasi pandemic penyakit
menular di antaranya adalah;
1. Vaksin Rabies oleh Louis Pasteur,
seorang ahli kimia di tahun 1885.
2. Vaksin hepatitis
3. Vaksin flu
4. Vaksin polio
5. MMR
6. Vaksin rotavirus
7. Vaksin cacar air
8. Vaksin yellow fever (demam kuning)
9. Vaksin tetanus
10. Vaksin difter
11. Vaksin Hib
12. Vaksin mRNA
13. Vaksin COVID-19 (Astrazenecam Johnson&Johnson)
14. HPV (vaksin infeksi penyakit kulit)
15. Hepatitis B
Sedangkan
manfaat vaksin bagi tubuh manusia di nataranya adalah;
1. Merangsang kekebalan dalam tubuh
kita agar aktif.
2. Melindungi resiko cacat dan kematian
akibat penyakit menular.
3. Mencegar penyebaran penyakit menular
sehingga tidak menjadi pandemic.
Komentar
Posting Komentar