Ternyata Aku dan Kau Tetap Aku dan Kau
BLOG NURLAELI UMSAR- Tidak semua
harus dipertanyakan, apalagi bila musim panas sepanjang tahun di dirimu.
Yang akan
lahir dari mulutmu adalah api, dan tangisan kekeringan.
Meski
kadang aku ingin tahu sampai hal teremeh sekalipun, aku menahan.
Diri agar
tidak ingin terlalu banyak meminta, kecuali kau yang memberi.
Kukira aku
adalah kamu, dan kamu adalah aku, dan kita istimewa.
Melalui
jalan-jalan tikus dan memetik tawa sampai kita lupa kita bukan saudara.
Kita adalah
dua orang yang datang dan bertemu setelah ratusan purnama kita lahir ke dunia.
Ternyata
kita adalah masing-masing dengan ego dan luka yang berbeda.
Apa arti
bergenggaman tangan bagimu, sedangkan semua pencapaianku adalah sakitmu.
Kita saling
memeluk dan kau menghunuskan sebuah jeda dengan tega.
Hidup
memang begitu lucu, lahir sendiri, dan mati pun ternyata harus sendiri.
Aku merasa
saat ini aku menyesal tumbuh, ingin
menjadi anak kecil saja sepanjang hidup.
Jakarta,
3524



Komentar
Posting Komentar