Puisi 8. Ternyata Aku dan Kau Tetap Aku dan Kau

 


Ternyata Aku dan Kau Tetap Aku dan Kau

BLOG NURLAELI UMSAR- Tidak semua harus dipertanyakan, apalagi bila musim panas sepanjang tahun di dirimu.

Yang akan lahir dari mulutmu adalah api, dan tangisan kekeringan.

Meski kadang aku ingin tahu sampai hal teremeh sekalipun, aku menahan.

Diri agar tidak ingin terlalu banyak meminta, kecuali kau yang memberi.

 




Kukira aku adalah kamu, dan kamu adalah aku, dan kita istimewa.

Melalui jalan-jalan tikus dan memetik tawa sampai kita lupa kita bukan saudara.

Kita adalah dua orang yang datang dan bertemu setelah ratusan purnama kita lahir ke dunia.

Ternyata kita adalah masing-masing dengan ego dan luka yang berbeda.

 

Apa arti bergenggaman tangan bagimu, sedangkan semua pencapaianku adalah sakitmu.

Kita saling memeluk dan kau menghunuskan sebuah jeda dengan tega.

Hidup memang begitu lucu, lahir sendiri, dan mati pun ternyata harus sendiri.

Aku merasa saat ini aku  menyesal tumbuh, ingin menjadi anak kecil saja sepanjang hidup.

Jakarta, 3524

Komentar