Puisi 12. Kepada yang Ayang; Ini Rahasiaku

 

Kepada yang Ayang; Ini Rahasiaku

Jakardah, 4 Juni 2024

 


BLOG NURLAELI UMAR- Please, jangan membuaku gila!

Sebab, aku bisa merangkai kata-kata dan sebak di dada menjadi buket bunga.

Ah, aku akan malu rasanya, kalau sampai kuberi kartu ucapan juga.

Ada namaku dan rasaku tertulis di sana.

 


Please, bantu aku membunuh rindu!

Kalau tidak terbunuh, setidaknya terlipat.

Agar bisa kumasukkan ke dalam saku baju, atau kuselipkan di sela jendela.

Dan, akan kukirim ketika angin lewat dan menyapa.

 


Please, jadilah milikku saja!

Aku enggan berbagi, karena kamu bukan kue atau roti

Meski, aku tak  pernah rela kue dan kopiku kubagi.

Kecuali dengan dirimu saja.

 


Karena, aku bisa membelikan kopi untuk kawanku dengan gelas yang berbeda.

Karena, aku bisa membelikan kue untuk tetangga depan rumahku yang kepo aku ke mana saja.

Karena, aku hanya jatuh cinta padamu, dan kuharap ini selamanya.

Karena aku, karena aku hanya manusia biasa yang sedang memuja dan kerasukan cinta.

 


 

 

Komentar