Di Sela Kau Menggigit Sarapanmu Pagi Ini
Jakarta, 70624
BLOG NURLAELI UMAR- Kita bicara tentang hal-hal yang
bagi orang lain serius.
Tentang di mana hatimu akan kau labuhkan kelak.
Laut begitu luas, pantai begitu banyak.
Perahumu bisa
memilih sesuka hati, terserah arah angin.
Telan dulu dan biarkan aku bicara.
Kalau kau tak setuju, teguk air putih di gelasmu, lalu
bicaralah.
Aku tak mengkhawatirkanmu, selain tentang pantaimu.
Karena, perahumu terlalu terlatih digerus air garam,
ditimpa topan.
Kelak, kau mesti berlabuh.
TIdak selalu denganku, meski kau masih bisa datang
menemuiku yang laut.
Aku hanya ingin pastikan pantaimu tak berkarang
banyak, takut perahumu kandas.
Aku juga tak ingin pantaimu tak berpasir, hingga kau
menjadi begitu sedih tak bisa bermain.
Menepilah, dan berlabuhlah.
Katakan pada pantaimu, semuanya, jangan ada yang disembunyikan, ibumu
adalah laut.
Dia harus berani menerima asin garamnya, tidak hanya
tahu ikannya.
Dan, menerima amuk ombak dan anginnya, tanpa banyak
mengutuk.
Komentar
Posting Komentar