Puisi 16. Lain Kali Sebaiknya Kau Cuci Muka Dulu

 



Jakarta, Sabtu 80624

BLOG NURLAELI UMARKita tidak sedang ada di arena perdebatan.

Di mana urat lehermu kau tarik sekeras logikamu.

Lalu di antara kita yang tadinnya ingin bertukar pikiran,

Menjadi bertukar ketus dan tusuk di nada-nada tinggi.

 


Kita sedang ada di meja aku ingin kau ikuti mauku.

Dan, kau lakukan tugasmu.

Sekadar aku mengingatkan.

Dan kau melakukan, sesederhana itu.

 


Kita bicara sesuatu yang ringan.

Tapi, kau menjawab denga sebuah keberatan.

Lain kali, ubah nada suara dan caramu bicara.

Agar kau mendengar aku bicara apa, dan mauku apa.

 


Sebaiknya kau cuci mukamu dulu sebelum kita bertemu.

Agar aku tak berjalan ke kanan dan kau menanggapi ke kiri

Sampai kiamat tujuh kali, kita tak akan pernah bertemu.

Dan, kita malah bisa berseteru, hanya karena masalah yang tidak bermutu.

 


Komentar