Jakardah, 150624
BLOG NURLAELI UMAR- Kau bilang aku tak boleh salah memilih rasa syrup.
Padahal aku sudah memilihnya sebelum kita akhirnya
bertemu di depan mini market.
Kencan tipis-tipis kita setelah kita membeli belanjaan
pesanan ibuku.
Calon mertuamu kelak kalau jodohmu jatuh padaku.
Memilih syrup saja tak boleh salah, apalagi aku
memilihmu.
Tapi, kau selalu bilang aku terbaik untukmu.
Apa aku juga mesti bilang kau terbaik untukku.
Padahal aku pernah melihat pesanmu sedikit merayu.
Kepada sebuah nama yang aku tidak tahu.
Cinta itu buta seperti kau tak melihat kelebihanku.
Aku meralatnya agar kau mengganti dengan kata
kekuranganku.
Kau bersikeras kalau kau menyebutkan aku terlalu baik
untukmu.
Berarti hubungan kita tidak beranjak dari angka satu.
Bagimu aku punya banyak kekurangan.
Agar kamu bisa menggenapinya menjadi penuh.
Tapi, kataku kau punya banyak kelebihan.
Apa aku nantinya tidak membuatmu malu.
Cinta itu buta dan tuli katamu, dia tidak bermata dan
bertelinga.
Kau tidak ingin mendengar apa kata orang tentangku.
Kau tidak ingin melihat apa yang orang lihat buruk
dariku.
Cinta itu buta dan tuli, kau hanya ingin berjalan
denganku hari ini sampai nanti.
Komentar
Posting Komentar