Puisi 20. Aku dan Kau Berdua Saja

 



Aku dan Kau Berdua Saja

Jakardah, 150624

 

BLOG NURLAELI UMAR- Kau bilang aku tak boleh salah memilih rasa syrup.

Padahal aku sudah memilihnya sebelum kita akhirnya bertemu di depan mini market.

Kencan tipis-tipis kita setelah kita membeli belanjaan pesanan ibuku.

Calon mertuamu kelak kalau jodohmu jatuh padaku.

 


Memilih syrup saja tak boleh salah, apalagi aku memilihmu.

Tapi, kau selalu bilang aku terbaik untukmu.

Apa aku juga mesti bilang kau terbaik untukku.

Padahal aku pernah melihat pesanmu sedikit merayu.

Kepada sebuah nama yang aku tidak tahu.

 


Cinta itu buta seperti kau tak melihat kelebihanku.

Aku meralatnya agar kau mengganti dengan kata kekuranganku.

Kau bersikeras kalau kau menyebutkan aku terlalu baik untukmu.

Berarti hubungan kita tidak beranjak dari angka satu.

 


Bagimu aku punya banyak kekurangan.

Agar kamu bisa menggenapinya menjadi penuh.

Tapi, kataku kau punya banyak kelebihan.

Apa aku nantinya tidak membuatmu malu.

 


Cinta itu buta dan tuli katamu, dia tidak bermata dan bertelinga.

Kau tidak ingin mendengar apa kata orang tentangku.

Kau tidak ingin melihat apa yang orang lihat buruk dariku.

Cinta itu buta dan tuli, kau hanya ingin berjalan denganku hari ini sampai nanti.



 

 Pic; https://id.pinterest.com/pin/4503668371877912/

 

Komentar