Puisi 22. Menua

 



Menua

Jakardah, 180624

 

BLOG NURLAELI UMAR- Kesepian mengetuk ngetuk menandakan hadir, begitu sering.

Kadang menyapaku ketika aku membuka pintu dan menegurku saat minum teh di sore hari.

Kadang kupersilakan duduk,  tapi terlalu sungkan untuk kubiarkan bermalam.

Aku tak mau terganggu, hingga aku tak bisa tidur, dan  terjaga sampai malam.

 


Kesepian datang akhir-akhir ini lebih sering.

Dia mengatakan bahwa dia tak akan meninggalkanku sendiri.

Mungkin karena dia iba melihatku begitu takut menjelang sore.

Takut hari ini terakhir kali aku berjumpa matahari.

 


Ini perjalanan menepi, kelak sampai.

Aku menerka-nerka serupa apa itu pulang.

Dua minggu yang lalu kesepian berjanji akan menetap di sini.

Menemaniku tak mau pulang apalagi menghilang.

 


Seperti inikah semua orang

Kesepian menyergap memeluk semakin lantang

Mungkin sebaiknya mesti kubiarkan tinggal

Agar aku bisa berteman dan menutup jendela di sore hari dengan tenang.

Pic; https://id.pinterest.com/pin/211174977086825/

 

Komentar