Puisi 23. Kalau Sudah Begini Aku Maunya Cuma Kamu

 



Sudah Begini Aku Maunya Cuma Kamu

Jakardah, 230624

 

BLOG NURLAELI UMAR- Sepagi ini kupu-kupu balum bangun, masih mencium hangat napas lelah.

Kau sudah saja menghadiahiku sekuntum rindu.

Mana bisa aku tidak menerima, sedangkan dada ini diiris rasa ingin bertemu.

Kau yang matahari, terima kasih sudah berbagi.

 


Secangkir kopi dengan kepulan uapnya.

Melangitkan doa untukmu dan ku agar suatu saat kita bisa minum bersama lagi.

Menyesap segala rasa menjadi binar matamu yang tak akan bisa kulupa.

Kau begitu berharga menjadi tanggal di kalenderku, meniti waktu.

 


Pernahkah kau tahu bahwa rindu yang kaukirim itu kadang begitu madu.

Kadang begitu syahdu, kadang begitu ingin kubunuh dengan segenap hatiku.

Aku hanya berteman dengan angan, lalu menjadi ingin,

 tetap akhirnya aku menyerah karena cukup menjad angin.

 

Sepagi ini di depan kopi yang kubikin seperti takaran yang kau sarankan.

Aku hanya ingin berucap, sudahlah tak perlu lagi kau mengirimiku rindu.

Aku takut semua hanya menjadi ragu kemudian batu.

Datang saja ke sini, lalu kita bertemu, bertukar kata, biar menjad makna.


Pic link; https://id.pinterest.com/pin/140806232776998/

 

Komentar