Aku
Perempuan Matre Nomor Wahid
Jakardah, 270624
BLOG NURLAELI UMAR- Kau
mengenalku separuh-separuh.
Separuh
dengan dugaanmu, separuh kata mereka yang tak mengenalku.
Kacau
jadinya adaku di kepalamu.
Lebih-lebih
di hatimu, tempat kau menaruh curiga yang jelas berbeda dengan aslinya.
Di minggu ke tiga kau mulai
mengirimiku puisi dengan diksi yang kacau.
Dan aku tak mengerti apa isi di dalamnya
sebenarnya.
Karena aku
membaca matamu, kau hanya seseorang yang pura-pura,
mencintaiku
dengan sempurna padahal kau hanya ingin mencoba saja.
Coba lain
kali datang ke sini.
Jangan bawa
puisi, tapi bawa martabak special dengan banyak meses cokelat dan kacang.
Lalu kita
lihat dan dengarkan penyair membaca puisi di kanal kesayangan.
Kau akan
tahu, bahwa yang pura-pura dan luar biasa itu beda adanya.
Ini bukan
hanya tentang puisimu yang aku tak suka.
Tapi, ini
sebuah deklarasi kenyataan.
Bahwa
mencintaiku tak cukup dengan puisimu .yang berantakan.
Tapi, butuh
sesuatu yang lebih nyata, puisi kehidupan, dengan bunyi merdu berupa digit di
mesin anjungan.
Komentar
Posting Komentar