Puisi 30. Reuni Itu Adalah Antara Kita dan Pamer yang Disamarkan

 



Reuni Itu Adalah Antara Kita dan Pamer yang Disamarkan

 Jakardah 300624


BLOG NURLAELI UMAR- Ke kotamu setelah sekian waktu  yang  merubahku menjadi tua.

Aku datang untuk menemuimu dan sekadar mengingat kenangan.

Tak ada yang sama, tak ada sisa yang bisa kueja.

Aku merasa gagal, seolah percuma, aku datang untuk apa dan siapa.

 


Pulang ke kotamu untuk sebuah acara basa-basi.

Kau dan aku semua berbeda tak sama lagi.

Kau menjadi jelek dan buruk rupa.

Sisa ketampananmu seakan sirna dimakan usia.

 


Aku mencoba berdamai dengan diriku dan suasana.

Mencoba mengingat semua kejadian lucu dan semua luka.

Tak ada apa-apa, kosong.

Kau tak ingat satu pun cerita di antara kita.

 


Kau tak bertanya apa-apa tentang aku, seseorang di masa lalumu,

kecuali pamer segala pencapaianmu.

Entah kau lupa atau memang kau sekarang begitu adanya.

Seolah reuni adalah ajang balas dendammu pada waktu,

Yang dulu banyak memberimu luka, entah apa.

 


Tahun selanjutnya jika ada umur, abaikan saja aku.

Aku tak tertarik untuk reuni atau istilah apa pun dengan semua yang ada di antara kita..

Aku tak ingin mengenalmu lagi, aku lelah untuk mendengar segala tentangmu yang diubah waktu.

 Aku hanya ingin semua kenangan tetap berada di buku waktu,

 dan aku akan membukanya sendiri, jika rindu masa lalu begitu menggebu.



 Image; https://id.pinterest.com/pin/492649950246269/



Komentar