Bangun Sayang Makanya Jangan Suka Begadang
BLOG NURLAELI UMAR- Kau itu bagaimana, sejak kapan kau
jadi rembulan.
Di mana bangun kesiangan dan wajahmu pucat pasi tak
berkeinginan.
Kau lupa, kau itu matahari, Sayang.
Di mana aku melihatmu benderang pertanda pagi sudah
bertandang.
Kau tidak mengapa jadi rembulan, Sayang.
Tapi malam saja, ketika hatiku ragu dan bimbang.
Ketika semua rasa lelah menyelinap.
Dan, sekujur tubuh mengeluhkan sepi yang merayap.
Kau memang harus selalu menjadi yang kutunjuk.
Agar aku tak sia-sia punya telunjuk.
Aku tak mau kau menjadi yang kutuding.
Karena itu tetaplah kau di langit hatiku bergeming.
Pagi ini aku ingin kau menjadi matahari.
Menemaniku duduk sebelum kakiku terantuk.
Terluka oleh kenyataan,
Dan dihempaskan banyak kekalahan.
Komentar
Posting Komentar