DUA
BLOG NURLAELI UMAR-“Hah?” tanya Tifa
menghentikan langkah lagi, mukanya meyakinkan dengan mimik heran, ”memang
diantara kita ada apa?”
Wajah dengan mata yang dilebarkan dan
terlihat membulat membuat cowok itu sadar kalau Tifa menggodanya.
“Huh, ngeledek aja. Gue cuma mau
nanya gimana photo yang udah gue kasih kemarin.”
Tifa kembali berjalan lagi. Saat
cewek itu berhenti serta-merta Randi pun menghentikan langkahnya, waktu cewek
itu jalan Randi juga ikut jalan.
Sekarang Tifa menepuk menepuk
keningnya, ”Photo?”
“Iya, photo yang gue kasih kemarin.”
“Iya, aduh gue lupa gak dibawa. Emang
itu photo siapa? Kok diakurin ke buku anggota, gak ada yang punya wajah itu.
Terus kok berwarna? Kan gue bilang hitam-putih. Ukurannya juga salah. Lagian
namanya juga siapa? Gue lupa nanya kemarin.”
“Namanya Haris, dia teman yang gue
ceritain kemarin-kemarin.”
“Oh, yang dibilang anak silat dan
sahabat baik loe itu. Pantesan. Terus photo itu buat apa?”
“Jadi gue salah ya? Gue kira loe mau
kenal dekat, karena loe kemarin-kemarin antusias banget nanggapinnya.” Mimik
muka kecewa terlihat kentara sekali.
“Loe itu udah salah ngasih, sekarang
pake ngira gue pengen kenalan. Sejak kapan loe jadi gitu, gini … maksud gue gak
harus pakai kasih photo kali, mirip ngelamar kerja aja. Terus masalah antusias,
gue rasa loe lebay. Bukannya setiap loe cerita gue selalu antusias nanggapin,
ya? ”
Tifa yang terus berjalan bersama
Randi, sesekali membalas “hai” atau sekadar senyum membalas sapaan teman yang
lain.
“Gimana menurut loe?”
“Gimana apanya? Jujur gue gak sempat
merhatiin lebih, kemarin cuma ngasih ke bagian pencatatan, karena gak ada yang
cocok terus ….”
“Terus apa?”

Komentar
Posting Komentar