Puisi 32. Percakapan di antara Uap Kopi yang Mengepul

 


Percakapan di antara Uap Kopi yang Mengepul

Jakardah, 030724

 

BLOG NURLAELI UMAR- Kau adalah kau, yang pahit dan hitam.

Aku adalah cangkir yang mana tempat kau diseduh untuk dijadikan minuman.

Bagaimana dengan gula. Dia adalah semua yang ada di antara.

Aku dan kau yang diberi nama cinta.

 


Ketika gula menjadi begitu banyak, lebih dari yang diinginkan.

Kau akan terbunuh rasa dan aku akan sekarat.

Sedangkan kau dan aku tanpa gula adalah apa.

Hanya kopi pahit selera orang tak biasa.

 


Aku bukan cangkir special,  meski tahan panas dan dingin yang sangat tak membuatku retak.

Tapi, kau tanpa seduh panas hanya mengapung.

Walau bagaimanapun kau dan aku butuh menjadi satu, dan beberapa takar gula.

Karena kita adalah pasangan yang saling membutuhkan,

meski, kadang kau dan aku ingin memungkiri dan berkata kita masing-masing sendiri-sendiri.

 


 Image; https://id.pinterest.com/pin/390194755231875809/

 

 

 

 

Komentar