Puisi 33. Bolehkan Aku Sesekali Pamer kepada Dunia Betapa Kau Itu Istimewa

 


Bolehkan Aku Sesekali Pamer kepada Dunia Betapa Kau Itu Istimewa

Jakardah, 040724


BLOG NURLAELI UMAR- Kau sepagi ini sudah membuatku rindu.

Berlari-larian di dalam hati dan kepalaku.

Bisakah  lain waktu sedikit siang, atau agak sore saja?

Aku hanya ingin minum kopi dan sedikit mencari tahu.

Apa hari ini aku masih mencintaimu

 


Bagaimana bisa aku pergi darimu.

Meski banyak yang menawariku kebahagiaan dengan warna kuning dan biru.

Warna yang berbeda dengan warna hadirmu.

Kau sepagi ini saja sudah melingkari hatiku.

Sampai aku berpikir aku bagaimana tanpamu.

 


Hai, kamu! Iya, kamu.

Pemilik pundak untuk sandaran ternyaman.

Si empunya senyum paling menawan.

Yang punya hati paling luas.

Si pemilik peluk paling hangat.

Aku menyerah, kau bisa datang padaku kapan pun dalam bentuk rindu atau nyatamu.

Karena, aku tetap di sini untukmu, sampai nanti, sampai mati.


Image; https://id.pinterest.com/pin/293648838221286881/

Komentar