Bolehkan Aku Sesekali Pamer kepada Dunia Betapa Kau Itu
Istimewa
Jakardah, 040724
BLOG NURLAELI UMAR- Kau sepagi ini sudah membuatku
rindu.
Berlari-larian di dalam hati dan kepalaku.
Bisakah lain waktu sedikit siang, atau agak sore saja?
Aku hanya ingin minum kopi dan sedikit mencari tahu.
Apa hari ini aku masih mencintaimu
Bagaimana bisa aku pergi darimu.
Meski banyak yang menawariku kebahagiaan dengan warna
kuning dan biru.
Warna yang berbeda dengan warna hadirmu.
Kau sepagi ini saja sudah melingkari hatiku.
Sampai aku berpikir aku bagaimana tanpamu.
Hai, kamu! Iya, kamu.
Pemilik pundak untuk sandaran ternyaman.
Si empunya senyum paling menawan.
Yang punya hati paling luas.
Si pemilik peluk paling hangat.
Aku menyerah, kau bisa datang padaku kapan pun dalam bentuk rindu
atau nyatamu.
Karena, aku tetap di sini untukmu, sampai nanti,
sampai mati.
Image; https://id.pinterest.com/pin/293648838221286881/
Komentar
Posting Komentar