Puisi 37. Jangan Terlalu Kepo Dengan Hidupku, Biasa Saja

 


Jangan Terlalu Kepo Dengan Hidupku, Biasa Saja

Jakardah, 080724

 

BLOG NURLAELI UMAR-  Kau bilang padaku kalau aku hanya bisa bicara omong kosong tentang cinta.

Maumu apa? Kau itu berubah manjadi lucu hari ini menurutku.

Kau ingin tahu nyataku?

Aku sekarang yang akan melucu,  bertanya untuk apa keingintahuanmu itu.

 


Tidak ada yang menarik dengan hidupku.

Tidak ada cerita yang bisa membuatku mengajakmu tertawa.

Atau, bahkan menangis bersamaku.

Semua terlalu biasa adanya, tak ada yang istimewa, dan mahal sifatnya.

 


Tidak ada cerita yang  menarik untukmu dariku.

Luka-luka yang membekas sekujur tubuh, sama dengan luka-lukamu juga.

Luka-luka terantuk batu, luka-luka karena hantaman penderitaan,

luka-luka karena hidup kadang kejam tak seperti yang kita harapkan.

 


Ada juga sisa luka yang memang harus ada.

Agar sakit yang ada menjadi sakit luka yang baru, untuk sembuh.

Itu biasa saja, dibanding sakit yang orang lain punya.

Luka dalam pada ingatan masa lalu mereka, pada kenangan-kenangan yang membuat trauma.

Tidak, ini aku adanya, yang menyukaimu dengan bicara banyak tentang cinta.

BIcara tentang bahasan yang semua orang suka.

Karena perih di dada sudah tepat ada di sana,

 tak usah kuumbar agar makananmu tak berasa hambar.



Bukankah kau masih suka binar di mataku yang katanya membuatmu rindu.

Kurasa itu lebih baik, dari pada aku bicara tentang lukaku, sukaku, diaku yang lain selainmu.

Itu akan membuat kau menjadi cemburu, sesekali mengharu-biru, lalu kau tertawa karena aku kau anggap melucu.

Meski kau mengatakan yang terakhir itu sambil bercucuran air matamu.

 


 Image; https://id.pinterest.com/pin/70437488833688/

 

 

Komentar