Puisi 39. Apa Kau Pernah Berpikir Sama Sepertiku

 


Apa Kau Pernah Berpikir Sama Sepertiku

Jakardah, 090724


BLOG NURLAELI UMAR- Beberapa pagi terasa lebih dingin dibanding biasa.

Musim hujan telah tiba, aku menggigil karenanya.

Seperti aku dan kamu akhir-akhir ini.

Baru saja hujan di luar reda, kau mengeluh kakimu sakit tak mampu berjalan.

Itu alasan, hanya karena aku kemarin enggan menerima teleponmu seharian.

Sampai-sampai kopi yang kubikin untukmu pagi ini mendingin karena kesepian.

 


Pasti kau tak membaca pesanku.

Apa kau menjadi buta huruf karena rindu begitu bertalu di dadamu.

Sudah kubilang  kalau aku sariawan, malas bicara, apalagi membalas gombalanmu,

Yang pastinya ujung-ujungnya aku akan tertawa.

Kau tidak tahu begitu menderitanya bibir sariawan diajak tertawa, meski sekali saja.

 


Kita tak pernah benar-benar saling amuk dengan kata-kata pedas level sepuluh.

Kecuali huruf-huruf dengan capslock yang mengatakan awas nanti kalau kita bertemu.

Padahal aku ingin sesekali kita bikin hubunga kita seperti diamuk angin ribut.


Biar ada alasan aku pergi darimu beberapa waktu,

dan kau pergi mencari penggantiku.

Nanti setelah itu kita akan tahu,

kau memang secinta itu padaku hingga tak bisa ke lain hati.

Atau,  aku setidak peduli itu sampai bisa mencari pengganti.


Image; https://id.pinterest.com/pin/6614730697399012/

 

Komentar