Apa Kau Pernah Berpikir Sama Sepertiku
Jakardah, 090724
BLOG NURLAELI UMAR- Beberapa pagi terasa lebih dingin
dibanding biasa.
Musim hujan telah tiba, aku menggigil karenanya.
Seperti aku dan kamu akhir-akhir ini.
Baru saja hujan di luar reda, kau mengeluh kakimu
sakit tak mampu berjalan.
Itu alasan, hanya karena aku kemarin enggan menerima
teleponmu seharian.
Sampai-sampai kopi yang kubikin untukmu pagi ini mendingin
karena kesepian.
Pasti kau tak membaca pesanku.
Apa kau menjadi buta huruf karena rindu begitu bertalu
di dadamu.
Sudah kubilang kalau aku sariawan, malas bicara, apalagi
membalas gombalanmu,
Yang pastinya ujung-ujungnya aku akan tertawa.
Kau tidak tahu begitu menderitanya bibir sariawan
diajak tertawa, meski sekali saja.
Kita tak pernah benar-benar saling amuk dengan
kata-kata pedas level sepuluh.
Kecuali huruf-huruf dengan capslock yang mengatakan
awas nanti kalau kita bertemu.
Padahal aku ingin sesekali kita bikin hubunga kita
seperti diamuk angin ribut.
Biar ada alasan aku pergi darimu beberapa waktu,
dan kau pergi mencari penggantiku.
Nanti setelah itu kita akan tahu,
kau memang secinta itu padaku hingga tak bisa ke lain
hati.
Atau, aku setidak peduli itu sampai bisa mencari
pengganti.
Image; https://id.pinterest.com/pin/6614730697399012/
Komentar
Posting Komentar