Kisahku Sebelum Akhirnya Aku Denganmu Saja
Jakardah, 110724
Kau dengarkan aku, karena aku tak ingin kau
mendengarnya dari orang lain.
Kau tahu benar, baik buruknya aku tergantung siapa
yang bicara dengamu.
Kalau dia pijar aku akan terang di matamu,
Kalau dia gelap aku akan hitam di pikiranmu.
Aku dengannya sebelum kau menjadi teman minum kopiku,
Adalah kesalahan yang kubuat dalam hidupku.
Semua kuterima, kututup rapat.
Sebab apa yang kuperbuat adalah apa yang kudapat.
Ternyata garis tangan menentang prinsipku.
Dia tak cukup baik untuk tanganku.
Padahal lukanya aku yang sembuhkan, aibnya aku yang
tutupkan.
Tangan lain datang merebut dia dari tanganku, terpaksa
kulepaskan.
Aku tidak terluka, sekaligus terluka.
Aku tidak terluka karena dia akhirnya bertemu tangan
yang lebih baik dari tanganku.
Aku terluka, karena aku tahu tangan yang merebutnya
pasti akan terluka karena duri dari diaku.
Atau terkena racun dari bisanya yang selama ini sudah
membusukkan jemariku.
Akhirnya kau hadir seperti saat ini.
Menemaniku menghabiskan secangkir kopi,
untuk cangkir berikutnya esok hari.
Sebuah upacara sederhana sebelum aku menjadi diriku, dan kau menjadi dirimu.
Kau tak perlu menanyakan apakah aku dendam atau tidak
dengan kisahku.
Karena sejujurnya apa yang terbaik sudah datang.
Yang tidak baik memang sebaiknya pergi.
Soal dendam, aku angkat tangan, kasihan karma nanti
pekerjaannya hilang.
Image; https://id.pinterest.com/pin/308567011985867747/
Komentar
Posting Komentar