Puisi 42. Entahlah

 


Entahlah

Jakardah, 110724

 

BLOG NURLAELI UMAR- Perempuan itu memutuskan pertemanannya denganku hanya karena sebuah dompet.

Dompet yang diberikan temannya yang temanku juga.

Dia tidak tahu aku berteman dengan temannya yang ternyata lebih dekat denganku,

Dari pada dia yang selalu mengatakan kalau dia adalah teman terbaik teman kami bersama itu.

 


Apa aku salah, kalau temannya lebih dekat denganku dari pada dengannya?

Aku malah mengira dia tak sedekat itu dengan teman kami bersama.

Mungkin dia cemburu, setelah terlalu  banyak bicara.

Kalau ternyata teman kami bersama lebih dulu berteman dan dekat denganku dari pada dia.

 


Dia tidak tahu cara berteman.

Bertambah satu teman bertambah pula jaringan.

Dia bukan ingin berteman.

Dia hanya ingin menjadi paling dan pemenang dalam setiap kesempatan.

 


Dia selalu berpikir dan berjalan.

Seolah semua dalam hidup adalah perlombaan.

Sampai sebuah perkara teman dan dompet saja.

Menjadi sebuah alasan dia mengakhiri pertemanan.

 


Maafkan aku, mungkin lebih baik memang begini.

Aku tak bisa mengikuti semua mau temanku itu.

Karena seorang teman tidak akan membuang teman lainnya, hanya karena sebuah dompet

Sebab aku dan dia bukan sedang bicara sebagai kawanan pencopet.


Image; https://id.pinterest.com/pin/619596861265529180/

Komentar