Ini Tentang
Teman Baruku yang Bukan Kamu
Jakardah,
120724
BLOG NURLAELI UMAR- Semalam aku
terlalu lelah dan bosan untuk menghubungimu.
Bukankah
kita tetap terhubung, meski tanpa telepon gengggam dan segala apa yang ada di
dalamnya.
Kita
terhubung dengan hati, bagaimana bisa adamu mati di hatiku ini.
Sesekali
berteman dengan yang lain, kurasa karena aku tidak harus selalu denganmu menghabiskan
waktu.
Percayalah
ini bukan perselingkuhan, karena aku dan dia hanya berteman.
Aku tidak
tahu apa kau melakukan hal yang sama dengan temanku itu.
Ketika
adamu tak terlihat oleh mataku, dan tak mengabariku di waktu senggangmu.
Dia temanku
memintaku menjawab suara setelah sekian waktu dia terlalu akrab dengan sebuah
nama.
Dia ingin
aku menjadi perantara, meski bukan orang ke tuga dalam sebuah cerita.
Aku tidak
ada di sana, di hari-hari yang berlalu sebelumnya.
Dia selalu
mematikan suara hanya bercakap lewat ketikan saja.
Degub jantungnya
selalu menang sampai dia memilih sembunyi karenanya.
Seorang
gadis yang sudah terlanjur bersarang di dadanya sekian lama.
Kurasa itu
penyakit pria, pengagum luar biasa, tetapi masih ingin tetap diburu pujaannya.
Dia dan aku, hanya kami, bukan kita, mendengarkan
suara gadis itu dengan seksama.
Gadis yang selalu dia kirimi rayuan karena rasa
suka yang meletup di dadadnya.
Ternyata
dia seorang pria, sebuah ending yang tak terduga.
Aku tak
bisa berkata apa-apa, sementara dia pucat pasi seolah tak bernyawa.
Apakah itu
karma, setelah terlalu banyak hati yang sudah dipatahkan olehnya dengan sengaja?





Komentar
Posting Komentar