Tahukah Kamu Aku Sangat Mencintaimu
Jakardah, 130724
BLOG NURLAELI UMAR- Adalah dia yang selalu merayuku lewat ribuan kata
indah, meski.
Sejujurnya aku tak suka dirayu, itu membuatku ingin
muntah.
Aku yang terlahir dari kenyataan yang pahit, dan hati
yang diremukan waktu.
Diam saja, hanya untuk menghargai kalau aku punya
telinga.
Setelah kutanya seberapa dalam luka hatinya, sampai
dia berubah warna.
Dia menangis, meratapi masa kemarin
yang mencabiknya sampai hampir tak bernapas.
Aku tertawa kecil saja, karena dari semula
aku sudah menduga wajah aslinya di balik topeng angkuh
dan gombalnya.
Bukan aku tak ingin berteman dengannya.
Dia datang membawa luka dan koreng yang belum sembuh.
Dia ingin aku terluka juga, agar dia bisa sembuh,
bagaiman bisa.
Dia tidak tahu, aku sudah belajar sedikit lebih banyak
darinya.
Andai belum ada kamu pun, aku tetap saja sama, tidak ingin
dia ada di sini menemaniku,
Meski sebatas bicara, lalu pergi begitu saja.
Apalagi menghabiskan dua cangkir kopi, dan tertawa
bersama.
Apakah kau tahu, adamu atau tanpamu aku cukup mahir
membaca inginku dan mendapatkannya.
Dan, kau terlalu berharaga untuk kulewatan begitu
saja.
Sebab, menafikan adamu kurasa adalah hal tergila yang
bisa dilakukan oleh orang dewasa dan kelak akan menyesalinya.
Komentar
Posting Komentar