Puisi 45. Tahukah Kamu Aku Sangat Mencintaimu

 


Tahukah Kamu Aku Sangat Mencintaimu

Jakardah, 130724

 

BLOG NURLAELI UMAR- Adalah dia yang selalu merayuku lewat ribuan kata indah, meski.

Sejujurnya aku tak suka dirayu, itu membuatku ingin muntah.

Aku yang terlahir dari kenyataan yang pahit, dan hati yang diremukan waktu.

Diam saja, hanya untuk menghargai kalau aku punya telinga.

 

Setelah kutanya seberapa dalam luka hatinya, sampai dia berubah warna.

Dia menangis, meratapi masa kemarin

yang mencabiknya sampai hampir tak bernapas.

Aku tertawa kecil saja, karena dari semula

aku sudah menduga wajah aslinya di balik topeng angkuh dan gombalnya.

 

Bukan aku tak ingin berteman dengannya.

Dia datang membawa luka dan koreng yang belum sembuh.

Dia ingin aku terluka juga, agar dia bisa sembuh, bagaiman bisa.

Dia tidak tahu, aku sudah belajar sedikit lebih banyak darinya.

 

Andai belum ada kamu pun, aku tetap saja sama, tidak ingin dia ada di sini menemaniku,

Meski sebatas bicara, lalu pergi begitu saja.

Apalagi menghabiskan dua cangkir kopi, dan tertawa bersama.

Apakah kau tahu, adamu atau tanpamu aku cukup mahir membaca inginku dan mendapatkannya.

Dan, kau terlalu berharaga untuk kulewatan begitu saja.

Sebab, menafikan adamu kurasa adalah hal tergila yang bisa dilakukan oleh orang dewasa dan kelak akan menyesalinya.

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/8796161767447985/

Komentar