Ketika Kopi yang Kuminum Tertukar Kopimu yang Pahit
Jakardah, 150724
BLOG NURLAELI UMAR- Kau tahu
benar hujan sore sudah lama tak datang.
Kali ini
kita bicara hujan yang bisa turun di mataku atau matamu.
Karena saat
ini mataku sudah berembun.
Sambil menatap
wajahmu yang semakin hari semakin tak bisa untuk kulupakan.
Kau itu,
memang menyebalkan.
Suatu saat
kalau kamu merasa diriku terlalu lama di hatimu,
Kau boleh
meninggalkanku, lalu melupakanku.
Itu mungkin
saja tidak terlalu menyakitkan untukku dan untukmu.
Asal, kau
langsung mengatakannya padaku.
Tidak
dengan mengambil dia yang lain sebagai alternatif,
Seperti yang
biasa dilakukan laki-laki pengecut lain.
Karena kita
sama-sama tahu, suatu saat kita akan berpisah juga.
Bukakah kau
selalu menyanykan lagu bertemu pasti akan berpisah.
Asal kau tahu untuk bertemu dengan laki-laki sepertimu itu saja itu keberuntungan.
Apalagi menjadi
seseorang yang katamu spesial, itu seperti mendapat anugerah.
Jangan
mengatakan tidak akan, tidak pernah terpikirkan atau tidak mungkin..
Ssssttt!
Mumpung kita masih ada rasa cinta sebaiknya kita bicarakan ini.
Sebab
banyak sekali yang bilang akan setia sampai mati.
Belum
sampai mati sudah mengingkari bahkan sampai berkali-kali.
Kita bicara
ini agar kamu tahu apa yang akan kamu lakukan kelak itu apa yang menurutmu
terbaik.
Kau tidak
akan menyesal meninggalkanku, dan berharap memulai dari nol lagi. Mana bisa?
Atau
pilihan lain, kau mati dan aku sendiri, atau sebaliknya.
Dengarkan
aku, jangan tertawa!
Kau tahu
benar, kau bagiku berharga. Aku bagimu entah bagaimana. Tetap saja, kau
teristimewa.
Komentar
Posting Komentar