Kurasa Berpisah Tidak Selalu untuk Bertemu Lagi
Jakardah, 160724
BLOG NURLAELI UMAR- Ketika dia meletakkan gelasnya
sampai dentingnya mengejutkanku.
Aku tahu dia sudah pergi.
Dia bicara sangat tawar, tapi aku masih bisa
tersenyum.
Dia lupa kalau aku selalu bisa menjadi seperti ini di
semua situasi.
Tanpa emosi.
Ketika, dia selalu kehabisan waktu sampai tak ada
buatku.
Dia berpikir aku akan menagihnya di hari lain.
Sementara saat itu aku mulai membiasakan tanpanya.
Sampai aku yakin aku tak ada rasa ketika dia datang
dan bicara seolah semua baik-baik saja.
Kurasa dia berpikir salah tentang aku yang terlihat
kalah.
Setiap mengalah diartikan menyerah.
Kuanggap dia menuduh dengan kepalanya aku akan
kehilangan bila dia tak ada.
Dia lupa bab aku bisa berpura-pura.
Ketika dia sudah pergi, aku tak ingin dia kembali.
Tidak sama sekali.
Sebab yang pergi memang berniat pergi, begitu pun yang
tinggal.
Tidak memaksakan untuk tinggal adalah hal terbaik yang
bisa kulakukan.
Karena aku pun punya rasa bosan, dan ingin berganti
dengan yang lebih menenangkan.
Komentar
Posting Komentar