Puisi 46. Kurasa Berpisah Tidak Selalu untuk Bertemu Lagi

 


Kurasa Berpisah Tidak Selalu untuk Bertemu Lagi

Jakardah, 160724

 

BLOG NURLAELI UMAR- Ketika dia meletakkan gelasnya sampai dentingnya mengejutkanku.

Aku tahu dia sudah pergi.

Dia bicara sangat tawar, tapi aku masih bisa tersenyum.

Dia lupa kalau aku selalu bisa menjadi seperti ini di semua situasi.

Tanpa emosi.

 


Ketika, dia selalu kehabisan waktu sampai tak ada buatku.

Dia berpikir aku akan menagihnya di hari lain.

Sementara saat itu aku mulai membiasakan tanpanya.

Sampai aku yakin aku tak ada rasa ketika dia datang dan bicara seolah semua baik-baik saja.

 


Kurasa dia berpikir salah tentang aku yang terlihat kalah.

Setiap mengalah diartikan menyerah.

Kuanggap dia menuduh dengan kepalanya aku akan kehilangan bila dia tak ada.

Dia lupa bab aku bisa berpura-pura.

 


Ketika dia sudah pergi, aku tak ingin dia kembali.

Tidak sama sekali.

Sebab yang pergi memang berniat pergi, begitu pun yang tinggal.

Tidak memaksakan untuk tinggal adalah hal terbaik yang bisa kulakukan.

Karena aku pun punya rasa bosan, dan ingin berganti dengan yang lebih menenangkan.

 


 Image; https://id.pinterest.com/pin/531706299774952938/

Komentar