Puisi 47. Aku Minta Tiga Hari Untuk Bisa Sendiri

 


Aku Minta Tiga Hari Untuk Bisa Sendiri

Jakardah, 170724

 

BLOG NURLAELI UMAR- Kau sudah membacanya bukan pesan yang kukirim semalam.

Tentang tiga hari yang kuminta, agar aku bisa sendiri.

Tanpa senyummu, tanpa perhatianmu.

Tanpa kopi yang yang kepulan uapnya membuat aku begitu mencintamu.

 

Iya, aku sedang berusaha untuk menjauh darimu.

Setelah kulihat sebuah nomor menelponmu berkali-kali.

Dan, kau memberi nama penggunanya dengan; rumah.

JIka aku bukan rumah untukmu, berarti aku itu hanya tempat singgah.

 

Ternyata tanpamu, minum kopi tak sama lagi.

Meski, aku di sini duduk tak sendiri, banyak yang lainnya datang, singgah, dan pergi.

Kurasa semakin detik berjalan, semakij sakit kurasakan.

Tapi, aku harus bertahan, untuk tetap di sini sendirian.

Sebuah café di pertigaan jalan.

 

Kau datang mengejutkan.

Dengan seikat bunga dan seorang perempuan.

Dia bernama ibu, yang kau bilang rumahmu dan kelak rumahku juga.

Mengapa harus begini endingnya.

Sialan, hiatusku dari cintamu tidak sampai tiga hari, hanya tiga belas jam!

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/633387442608075/

Komentar