Aku Minta
Tiga Hari Untuk Bisa Sendiri
Jakardah, 170724
BLOG NURLAELI UMAR- Kau sudah
membacanya bukan pesan yang kukirim semalam.
Tentang tiga
hari yang kuminta, agar aku bisa sendiri.
Tanpa senyummu,
tanpa perhatianmu.
Tanpa kopi
yang yang kepulan uapnya membuat aku begitu mencintamu.
Iya, aku
sedang berusaha untuk menjauh darimu.
Setelah
kulihat sebuah nomor menelponmu berkali-kali.
Dan, kau
memberi nama penggunanya dengan; rumah.
JIka aku
bukan rumah untukmu, berarti aku itu hanya tempat singgah.
Ternyata
tanpamu, minum kopi tak sama lagi.
Meski, aku
di sini duduk tak sendiri, banyak yang lainnya datang, singgah, dan pergi.
Kurasa
semakin detik berjalan, semakij sakit kurasakan.
Tapi, aku
harus bertahan, untuk tetap di sini sendirian.
Sebuah café
di pertigaan jalan.
Kau datang
mengejutkan.
Dengan
seikat bunga dan seorang perempuan.
Dia bernama
ibu, yang kau bilang rumahmu dan kelak rumahku juga.
Mengapa
harus begini endingnya.
Sialan, hiatusku
dari cintamu tidak sampai tiga hari, hanya tiga belas jam!
Komentar
Posting Komentar