Puisi 48. Mari Kita Ngopi Pagi dengan Bahagia

 Mari Kita Ngopi Pagi dengan Bahagia

Jakardah, 190724


BLOG NURLAELI UMAR- Tentang pagi yang baru saja turun bersama embun.

Sebaiknya kita mulai saja upacara minum kopi.

Tenang, sudah kutambahi dua butir gula kotak dari senyumku.

Kurasa itu cukup pas sesuai seleramu.

Apakah kau mimpi indah semalam,

Sepertinya kantuk dan lelahmu terpuaskan,

Sampai moodmu yang buruk terpuasakan,

Sepagi ini di depan meja berhias tiga cangkir kopi kau tersenyum begitu lebar.

Ini hari yang baik, semoga selalu begitu.

Setidaknya lelahmu beristirahat di hati Minggu.

Dan, kita bersiap menanam sedikit benih kedekatan.

Setelah bijinya kita semai selama enam hari ke belakang.

Dalam hidup ini kita adalah teman seperjalanan.

Adaku dan adamu adalah sepasang yang tak terpisahkan.

Karena kita memang tersurat ditakdir sebagai sepasang kaki.

Entah itu oleh terik, atau gelap, oleh rasa pahit kopi atau manis gula kotak.


Image; https://id.pinterest.com/pin/9640586695418895/

Komentar