Puisi 50. Tentang Makan Siang di Sela Berita Duka

 


Tentang Makan Siang di Sela Berita Duka

Jakardah, 210724

 

BLOG NURLAELI UMAR- Orang-orang bicara di televisi, dan media elektronik lain tentang duka.

Dan, kau menunda makan siangmu karenanya.

Itu alasan terlalu mengada-ada bagiku.

Setelah tanganku menuai tanda dicium panas wajan.

Rasanya sakit, mungkin akan reda,

 meski kelak bekasnya tetap akan ada.

 


Jangan kau lipat tiga mukamu saat menghadapi meja makan.

Katakan aku tak berkemanusiaan, seperti itu.

Caci aku dengan kalimat tersopanmu kalau bisa.

Tapi, tetap saja pedulimu tidak mengubah apa-apa.

Mereka tetap luka dan kau di sini  bisa sakit karena menunda.

 


Nikmati makanmu dengan baik-baik saja.

Tentang luka-luka yang kau lihat itulah dunia.

Kau bisa melakukan apa pun setelah makan siang.

Karena untuk peduli kau perlu kepala.

Dan kepalamu ada ketika perutmu terisi dengan cukup.

Agar kau bisa jernih melihat beda bahwa peduli itu beda dengan pura-pura.

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/78461218501449975/

 

 

Komentar