Tentang Makan Siang di Sela Berita
Duka
Jakardah, 210724
BLOG NURLAELI UMAR- Orang-orang bicara di televisi, dan media
elektronik lain tentang duka.
Dan, kau menunda makan siangmu karenanya.
Itu alasan terlalu mengada-ada bagiku.
Setelah tanganku menuai tanda dicium panas wajan.
Rasanya sakit, mungkin akan reda,
meski kelak
bekasnya tetap akan ada.
Jangan kau lipat tiga mukamu saat menghadapi meja
makan.
Katakan aku tak berkemanusiaan, seperti itu.
Caci aku dengan kalimat tersopanmu kalau bisa.
Tapi, tetap saja pedulimu tidak mengubah apa-apa.
Mereka tetap luka dan kau di sini bisa sakit karena menunda.
Nikmati makanmu dengan baik-baik saja.
Tentang luka-luka yang kau lihat itulah dunia.
Kau bisa melakukan apa pun setelah makan siang.
Karena untuk peduli kau perlu kepala.
Dan kepalamu ada ketika perutmu terisi dengan cukup.
Agar kau bisa jernih melihat beda bahwa peduli itu
beda dengan pura-pura.
Komentar
Posting Komentar