Puisi 51. Hati Jangan Pernah Pergi Apalagi Mati

 


    Hati Jangan Pernah Pergi Apalagi Mati

 

BLOG NURLAELI UMAR- Pohon kecil di halaman depan yang tumbuh dekat pagar.

Tunas mungilnya  berlari mengejar matahari dari awal pagi

Sampai nanti, sampai sore dan hari berganti.

Sampai besok, lusa, hingga beberapa detik sebelum mati.

Mengerti atau bahkan tidak diakui.

 

Anak-anak kita setelah besar menjadi duplikat.

Hasil dari jerih payah dan keringat.

Yang diperas dari tubuh-tubuh kita orang tuanya.

Dan diperam bersama doa-doa andai ingat.

 

Tunas-tunas dan anak-anak tumbuh berlari.

Mengikuti laju detik yang tak bisa berhenti.

Menjadi besar dan begitu pintar.

Semoga mereka tidak  lupa dari mana dia pernah belajar.

 

Semua yang tumbuh menuju matahari

Tapi ujung daun tak pernah mencium akar.

Dia terus meninggi meninju langit.

Tapi, tak boleh lupa di mana dia berdiri  dan berakar.

 

 Imahttps://id.pinterest.com/pin/633387442560691/ge; 

Komentar