Hati Jangan Pernah Pergi Apalagi Mati
BLOG NURLAELI UMAR- Pohon kecil di halaman depan yang tumbuh dekat pagar.
Tunas mungilnya berlari mengejar matahari dari awal pagi
Sampai nanti, sampai sore dan hari berganti.
Sampai besok, lusa, hingga beberapa detik sebelum
mati.
Mengerti atau bahkan tidak diakui.
Anak-anak kita setelah besar menjadi duplikat.
Hasil dari jerih payah dan keringat.
Yang diperas dari tubuh-tubuh kita orang tuanya.
Dan diperam bersama doa-doa andai ingat.
Tunas-tunas dan anak-anak tumbuh berlari.
Mengikuti laju detik yang tak bisa berhenti.
Menjadi besar dan begitu pintar.
Semoga mereka tidak lupa dari mana dia pernah belajar.
Semua yang tumbuh menuju matahari
Tapi ujung daun tak pernah mencium akar.
Dia terus meninggi meninju langit.
Tapi, tak boleh lupa di mana dia berdiri dan berakar.
Komentar
Posting Komentar