Puisi 53. Cerita Sedih di Akhir Juli (Kepada Hatiku yang Patah)

 


Cerita Sedih di Akhir Juli (Kepada Hatiku yang Patah)

Jakardah, 30 Juli 2024


BLOG NURLAELI UMAR- Musim angin sudah datang.

Tak ada yang bermain kecuali layang-layang, dan  kisahku pada segenggam cinta.

Rasa yang lahir dari mataku dan matanya, yang berlari ke hati.

Dan, sekarang ingin terbang menjauh dariku.

Mungkin ke langit luas, lalu terdampar di laut lepas

 


Salahkan aku yang terlalu, ketika hati ini jatuh memilih hatimu,

Tuk tak sekadar singgah. Diam, bermukim, dengan harapan lama atau selamanya.

Aku memang bodoh, tak menyadari adamu adalah sementara,

 dan akhirnya dirimu memlih pergi meneruskan langkah setelah lelahmu sembuh.

 


Aku merasa sia-sia dengan rasaku, dengan hatiku yang hanya untukmu.

Aku tahu adaku percuma bertahan di sini, sebab kau tak akan kembali,

Bahkan meski sekadar menoleh, tak pernah akan ada.

Aku kan sampai pada letih tak terkira, dan kau tak pernah akan pulang.

 


Sebab bagimu aku bukan rumah, meski aku teduh.

Sebab kau sebatas singgah, meski aku menahanmu tinggal.

Sebab rasa sudah pergi, meski rasaku tak pernah punah.

Sebab aku adalah yang pantas patah dan ditinggalkan

Parah, patah, patah, patah, patah, mati, begitukan?


Image; https://id.pinterest.com/pin/351912463936225/


 

Komentar