Cerita Sedih di Akhir Juli (Kepada Hatiku yang Patah)
Jakardah, 30 Juli 2024
BLOG NURLAELI UMAR- Musim angin sudah datang.
Tak ada yang bermain kecuali layang-layang, dan kisahku pada segenggam cinta.
Rasa yang lahir dari mataku dan matanya, yang berlari
ke hati.
Dan, sekarang ingin terbang menjauh dariku.
Mungkin ke langit luas, lalu terdampar di laut lepas
Salahkan aku yang terlalu, ketika hati ini jatuh
memilih hatimu,
Tuk tak sekadar singgah. Diam, bermukim, dengan
harapan lama atau selamanya.
Aku memang bodoh, tak menyadari adamu adalah
sementara,
dan akhirnya dirimu
memlih pergi meneruskan langkah setelah lelahmu sembuh.
Aku merasa sia-sia dengan rasaku, dengan hatiku yang
hanya untukmu.
Aku tahu adaku percuma bertahan di sini, sebab kau
tak akan kembali,
Bahkan meski sekadar menoleh, tak pernah akan ada.
Aku kan sampai pada letih tak terkira, dan kau tak
pernah akan pulang.
Sebab bagimu aku bukan rumah, meski aku teduh.
Sebab kau sebatas singgah, meski aku menahanmu
tinggal.
Sebab rasa sudah pergi, meski rasaku tak pernah punah.
Sebab aku adalah yang pantas patah dan ditinggalkan
Parah, patah, patah, patah, patah, mati, begitukan?
Image; https://id.pinterest.com/pin/351912463936225/
Komentar
Posting Komentar