DUA PULUH DELAPAN
BLOG NURLAELI UMAR- “Yeey, bukan gitu, kaget aja karena
tadi gak kelihatan.”
“Gimana pertandingannya?”
“Gue optimis banyak medali, semoga
hasil akhirnya gitu.”
“Sibuk gak?”
“Gak sih, tinggal lihat-lihat aja dan
mengontrol kalau ada yang butuh bantuan medis. Semoga saja gak sampai ada yang
patah tulang hidung atau lebih berat.”
“Duduk di belakang, yuk!”
.“Tumben gak minta dijemput?”
“Gue ada yang jemput, Haris udah
nawarin diri. Kenapa?”
“Gue gak bisa tidur aja.”
“Maafin gue, Ngga. Gak bermaksud.”
“Itu dia, Haris kemari. Gue cabut.”
Angga turun mendekati arena, meninggalkan Tifa, dan membiarkan Haris
mendekatinya.
“Lama sekali.”
“Iya, baru diajak ngobrol sama Tio.
Anak kelas dua belas katanya, dia bilang senior loe.’’
Tifa sedikit kaget, wajahnya terlihat
sedikit pucat. Dalam hati dia bertanya untuk apa Tio datang dan mengapa
mengajak Haris bicara?
“Dia cuma nanya masalah motor, dia
suka tampilan motor gue.”
“Yang lainnya?”
“Gak ada, memang kenapa sama dia. Loe kenal dekat atau jangan-jangan dia mantan terindah?”
“Gak … gue cuma kasihan sama es krim
yang loe bawa aja.”
“Eh …iya, ini.” Haris menyodorkan es krim yang hampir meleleh. Untung saja belum sampai meleleh. Sayang kelihatannya mantap sekali. Topingnya itu menggoda!





Komentar
Posting Komentar