SENDIRI DULU (empat belas)

 


EMPAT BELAS

BLOG NURLAELI UMAR- Randi datang dengan Liana! Harusnya ini adalah pemandangan yang luar biasa. Siapa yang gak kenal Liana, atau pun Randi. Mungkin ini bisa jadi pasangan terspektakuler tahun ini kalau dinobatkan.

Tapi, Angga gak tertarik untuk termakan pikiran menuduh, buat dia siapa pun boleh dengan siapa pun kecuali cewek yang lagi jadi gebetannya.

 Sebagian mata yang ada di kantin menyelidik dan sedikit iri. Sebagian lagi terlihat sinis. Liana cukup agresif , tapi sampai sekarang belum satu pun yang diumumkan sebagai kekasih barunya.

“Hei … Ngga, Tif.” Randi menyapa mereka berdua.

“Hai juga.”

“Duduk di sini aja, Li, kita gabung sama mereka.” Randi mengajak Liana bergabung dalam satu meja bareng.

 Angga dan Tifa. Tifa tersenyum, senyum yang hambar. “Boleh?” Liana membantu meminta izin untuk duduk dengan mereka.

Tifa menyahut dengan datar, “Boleh aja, ini tempat umum, kok.”

“Kok nadanya sedikit kedengeran beda.”

“Gue lagi bad mood, karena Randi.”

“Maksud loe? Kenapa Rand, kok aku jadinya dibawa-bawa?” Liana bertanya karena tidak mengerti.

“Memang kenapa gue, Tif, gak biasanya loe gini, jealous?” tanya Randi sedikit terlihat heran.

“Gak, bad mood aja. Sorry, Li, gue mesti ke kelas. Yuk … Ngga, kita cabut!”

Tifa beranjak, Angga bangun dan mengikuti dari belakang. Randi bingung dan yang paling jelas kesal Liana, karena dia merasa disangkut-pautkan sama masalah yang gak dia tahu.

“Dia pacar kamu, Rand?” Liana bertanya setengah menyelidik.

“Bukan, gue rasa ini karena kemarin bawa dia ketemuan sama seseorang. Gue yang salah, terlambat datang jadi bikin Tifa bad mood gitu padahal itu usulan gue, tapi gak nyangka sampai hari ini diperpanjang.



Komentar