SENDIRI DULU (enam belas)

 


ENAM BELAS

BLOG NURLAELI UMAR- Kalau hari biasa, dilakukan selepas pulang sekolah sampai sore. Bagi para Taekwodoin ini bukan hal aneh. Penguatan fisik yang berlebih dan gak menyisakan satu hari untuk istirahat hanya akan membuat fisik lemah ketika fight. Latihan cukup berat, bahkan bisa lipat empat dari latihan fisik latihan biasa.

“Tendangannnya kurang power!” Tifa menepuk tangan memberi aba-aba, “semuanya lihat kemari! Tendangan harus lepas dan cara menarik kaki setelah tendangan diperhatikan!”

Tifa mencontohkan sebuah tendangan Dollyo Chagi –tendangan dengan memutar pinggang arah ke samping dengan target perut dan bagian atas atau kepala--dan mengulang kembali beberapa kali, dia juga mempraktikan bagaimana tekhnik penarikan kaki sesudah menendang.

“Perhatikan cara menendang, gunakan punggung kaki atau pisau kaki sesuai dengan jenis tendangan, jadikan itu reflek. Dan menariknya sesuai dengan tekhnik agar terbiasa. Jadi ketika fight kita tidak akan kehilangan keseimbangan atau cedera. Ini ringan sekali tapi ini dasar dan tidak boleh dilupakan. Bahkan untuk yang sudah menyandang sabuk tertinggi pun. Bahkan seharusnya ini bagi kalian sudah di luar kepala karena kita sudah membiasakannya pada sesi latihan. ”

Anggota yang sedang melakukan latihan memerhatikan benar arahan yang Tifa kasih. Kesalahan banyak terdapat pada mereka yang baru masuk dan bersabuk putih, tapi setiap arahan selalu diperhatikan bahkan oleh pemakai sabuk yang lebih tinggi. Karena kesalahan harus diperminim buat mengurangi cedera.

“Perhatikan. Menendang itu melepas energi, beberapa masih terlihat menyimpannya pada kaki bukan ditransfer ke target. Selain akan menyakiti kita, power tendangan akan lemah, dan efek yang kita beri pada lawan akan tipis. Jadi perhatikan, tendangan harus dilepas pada target, bukan disimpan pada kaki!”

“Tendangan ketika fight lebih banyak diarahkan ke tubuh bagian atas, untuk tubuh bagian bawah bermula dari kemaluan dihindari, karena nilai point-nya kecil atau bahkan dalam peraturan baru tidak mendapat poin sama sekali. Maka dari itu tendangan sebaiknya lebih diarahkan menyerang ke arah kepala karena point yang didapat lebih besar. Biasanya mereka memakai tendangan tekhnik tinggi seperti Nerio Chagi atau biasa disebut tendangan cangkul—tendangan mengayun kaki lurus ke depan tinggi.”



 

Komentar