SENDIRI DULU (sebelas)

 


SEBELAS

BLOG NURLAELI UMAR- “Apaan gue gak denger?”

Tifa menjewer telinga Angga, dan cowok itu pun melepaskannya.

“Gimana mau dengar, telinga loe itu terbawa ke dunia lain, tahu!”

“Yup, sorry deh. Kenapa loe kemari? Apa hasil pertemuan kemarin? Dia nembak loe atau ngasih kerjaan?”

“Loe kira gue artis, ketemuan buat ngasih kerjaan dan tanda tangan. Gak lah sekadar kenalan aja.”

“Cewek secantik loe datengin dia? Cowok seperti apa? Istimewa?”

Tifa gak mengacuhkan pertanyaan Angga. Dia tahu banget Angga memang teman yang perhatian.


“Ngga!”

“Apaan?”

“Loe itu ngerangkum atau pasang badan mau disuruh push up seribu kali sama guru killer kita?”

“Memangnya kenapa?”


“Loe lihat, makanya kalau lagi merangkum focus! Ya kalau loe gak bisa fokus, baca aja dulu mantera. Fukus-fokus-fokus … mini bus.”

Angga tergelak, tapi benar-benar gak tahu di mana letak kesalahannya. Dia tertawa karena mantera yang diajarkan Tifa. Mana ada mantera pakai mini bus segala.

Ketika telunjuk Tifa jatuh di paragraf yang dia tulis, reaksi Angga benar-benar bombastis. Dia teriak kencang banget. “Sialan!” Kontan saja, satu kelas menoleh dan ini juga untuk keributan yang dia berikan ke dua kalinya.

“Kenapa, Tif, Si Angga?”

“Sini deh, Guys!”

Yang lain datang mendekat dan akhirnya terbahak mendapati Angga yang menuliskan lirik lagu yang dia dengar, full satu lagu menyambung rangkuman yang dia tulis sebelumnya. Angga cuma bisa tersenyum masam sambil garuk-garuk kepala. Benar-benar sialan!



Komentar