SEMBILAN BELAS
BLOG NURLAELI UMAR- “Chatting sama Angga,” jawab Tifa mantap dan membuat Haris dan Randi saling berpandangan dan akhirnya tertawa.
Tifa gak peduli reaksi mereka. Dia
naik ke belakang Haris, karena Liana terlihat sudah datang dan siap bergabung.
“Yuk, Li. Cepat kita mau berangkat,
nih!” goda Randi yang membuat mereka bertiga tertawa, dan Liana yang masih
berada agak jauh dari mereka berlari, naik lalu mereka berempat hengkang dari
taman.
Randi melihat selama di toko buku
Tifa tampak berjarak dengan Liana. Gak ada pilihan lain, ini adalah
satu-satunya cara Randi untuk mendapat izin memberi les kepada Liana tanpa
berbicara dan tanpa membuat dia jauh dari Tifa..
***
“Kok pulang lambat?”
Mama bertanya seolah berusaha untuk
gak terlihat khawatir. Pertanyaan standar. Padahal sedari tadi mama bahkan
terlihat bolak-balik dari ruang depan ke teras. Papa yang sedang libur dibuat
geleng-geleng kepala. Sudah jelas Tifa memberitahu mama kalau dia ke toko buku
lewat telepon, sms ke kakaknya waktu sampai di mal, dan menjawab telepon papa
kalau dia akan pulang terlambat.
“’Kan tadi sudah konfirmasi,” ujar
Tifa sambil memeluk menenangkan hati mama. Papa yang lagi menikmati teh dan
kakak perempuan Tifa yang sibuk dengan halaman novel saling berpandangan.
Mereka tersenyum mendengar jawaban Tifa.
“Tif, Mama itu khawatir bukan ke
kamu, tapi karena gak bawa oleh-oleh,” ledek papa. Kontan saja mama melotot gak
setuju.
“Iya, aku tahu kok. Ini kubelikan
biskuit buat nemenin teh. Bukan buat Mama aja tapi ini buah tangan buat yang
tadi telepon dan sms juga.”
“Hmmm …,” kompak mereka bertiga
menggumam dan kemudian melirik ke arah Tifa.
Mereka tertawa bersama akhirnya. Sehabis
memberikan oleh-olehnya, Tifa sibuk di kamar, mandi, setelah itu merebahkan
badan. Lumayan penat. Tifa mengambil photo yang diberikan Randi, memerhatikan
wajah Haris, menilai garis wajah dengan kejadian tadi. Haris lumayan pandai
mengendarai motor, lembut dan ternyata pandai bicara. Dia cukup ramah. Entah mengapa
Tifa merasakan kalau Haris punya ketertarikan kepadanya, bukan sebagai teman
biasa. Tanda yang terlalu cepat dan terlalu gegabah dibaca.
***

Komentar
Posting Komentar