TUJUH BELAS
BLOG NURLAELI UMAR- Latihan diakhiri,
para anggota dipersilakan beristiahat. Randi mendekati Tifa yang sedang
menikmati sesi istrahat dengan berbincang mengenai kemajuan TC dengan sabeum
lain.
“Met pagi, Sabeum.”
“Pagi, gimana sudah siap ikut
kejuaraan besok?”
“Iya, semoga saja bisa. Karena aku
yakin dapat medali.”
“Siiip, yakin harus tapi tidak boleh
merasa di atas angin, karena itu akan membuat kita ceroboh. Semoga disiplin
mengikuti TC yang akan memakan waktu enam hari dari sekarang ini.”
Randi menawarkan satu botol air, tapi
Tifa menolaknya, “Terimakasih aku bawa sendiri.”
“Ada acara gak Beum sesudah ini?”
“Memang kenapa?”
“Mau ngajak ke toko buku, cari
referensi soal buat olympiade. Sabeum ikut kan? Haris juga.”
“Haris?” Tifa mengernyitkan alis.
“Iya, bagaimana kalau kita belajar
bareng, meski kita nanti bersaing untuk event yang sama.”
“Gimana, ya? Nanti kalau gak ada
rapat habis latihan, aku mau. Tunggu saja di kantin itu. Kalau dalam sepuluh
menit gak datang berarti aku gak bisa.”
“Baik.”
Latihan tinggal setengah lagi,
mungkin sekitar setengah jam lagi ditambah sesi pemantapan dengan pengarahan
taktik untuk memenangkan. Randi berjalan ke arah tengah lapangan untuk
bergabung dengan yang lain, sementara Tifa menyusul sambil memikirkan tentang
Haris dan kemungkinan belajar bersama yang ditawarkan Randi.
Menarik!
***



Komentar
Posting Komentar