M 20. Karma Baik

 


Karma Baik 1

Tulisan ini kubuat dua bagian, biar kalian yang membaca tulisanku ini datang dua kali ke blogku.

BLOG NURLAE:I UMAR- Setahuku dalam hidup itu berlaku sebab akibat. Seperti ini misalnya; aku lapar, berarti aku harus makan, kalau tidak makan aku akan lapar, lalu kalau dibiarkan lagi bisa jadi kepalaran, dan kelapan yang berulang bisa menjadi sebab kematian.

Jangan terlalu serius! Tentu saja kalau aku lapar aku harus makan. Ada udang atau tidak ada uang tetap obatnya lapar itu makan, sama seperti obat haus harus minum, obat rindu harus bertemu. Yang terkahir itu ngena sekali buat orang-orang yang punya seseorang.

Tersebab makan, maka aku bisa kenyang, dan laparku hilang. Untuk makan beratyi harus ada makanannya, entah itu memasak yang ada , membeli bahan dulu baru dimasak, atau meminta bagian kepada orang lain, ngutang dulu di warung karena tidak ada uang, atu bisa jadi mencuri.

         Untuk yang terakhir aku tidak menyarankan, itu kriminal dan kamu bisa kena jerat hukum. Mencuri yang sedikit akan membuatmu masuk jertuji hotel prodeo, kalau mencuri banyak sekali dijamin semua baik-baik saja. Tetapi, ada syaratnya, kamu harus memakai dasi atu punya kursi dulu sebelum mencuri.

Aku tidak sedang ingin berbicara tentang mencuri atau pencuri, atau cara mencuri yang benar dan aman, meski aku sudah menuliskannya di paragraph sebelumnya. Abaikan, jangan dicatat diotakmu, apalgi di-ss dijadikan status. Itu kriminal yang bisa menjeratku kena tuduhan menghasut orang berbuat dosa.

Begini, aku sebenarnya ingin bercerita dengan gaya santai, kalu aku percaya karma baik. Kamu percaya juga, atau tidak percaya? Abaikan kalau kamu tidak percaya, kamu bisa berhenti di sini, sebelum matamu mengeja kalimat selanjutnya dan mengahbiskan waktmu yang sangat-sangat berharga.

Tulisan ini hanya untuk mereka yang punya waktu luang, untuk orang orang sepertiku dan tulisan tidak penting saja. Kau bisa menghentikannya sekarang dengan sebelum bosan.

Aku membenci reuni. Iya, aku orang yang tidak suka kembali ke masa silam. Akan banyak luka yang kubaca selain suka tentu saja. Tetapi, aku suka sekali dengan kata tetapi, ada pengecualian dengan dua orang ini. Mereka berdua laki-laki, akrena aku perempuan.

Kekasih? Ups, bukan! Mana ada aku punya kekasih saat SMA dulu. Aku itu terlalu cantik untuk mendapatkan keasih waktu itu, jadi aku skip tidak mencari kekasih. Meski, aku akhirnya menikah jiuga setelah enam tahun lulus, dan aku saat ini sendiri lagi. Aku tidak menyesal, abik karena aku tidak punya kekasih waktu SMA dulu, ataupun tidak punya pasangan saat ini.

Saat itu, dari sekian banyak teman, hitung sendiri berapa banyak yang bersekolah di situ kalau satu kelas empat puluh delapan anak, satu angkatan enam kelas. Kalikan tiga lagi, karena SMAku dulu tuga angakatan. Sekarang masih sama tiga angkatankah? Semoga sama, karena sekolah terallau laam itu membosankan juga.

Berhenti menghitung kalau memakai kalkulator, karena pantangan terbesarku adalah menghitung sesuatu yang remeh memakai kalkulator. Kembali ke ceritaku. Dua orang itu istimewa? Tentu saja, meski mereka berdua bukan orang yang menonjol. Atau mungkin bagiku dua orang itu sama seperti yang lain, tidak ada tonjolan yang menarik perhatian semua orang. Tapi, bagiku keduanya istimewa.

Apanya? Hatinya tentu saja. Dan, saat itu aku membatin aku akan hidup lama, meski aku smepat koma delapan belas harti karena typhus. Kurasa salah satu alasannya adalah aku akan menyaksikan bagaimana karma baik itu ada. Tentu saja kepada kedua temanku tadi.


Image; https://id.pinterest.com/pin/328973947798015420/

 

Komentar