M 21. Karma Baik Part 2

 


Karma Baik 2

Ini part dua-nya. Gak ada part tambahan lagi. Aku sudah menuliskan di awal kalau tulisan ini kujadikan dua bagian.

BLOG NURLAELI UMAR- Dia teman masa SMA-ku, yang satu bernama Nangga, dan satunya lagi bernama Andi. Kalian boleh memakia nama itu kalau membikin novel, taoi dengan syarat tag aku link novelnya nanti.

            Nangga, mungkin dia sudah melupakan kebaikan yang dia beri kepadaku, aku berdoa untuk itu. Dia tidak boleh mengingatku, karena aku tidak suka diingat oleh orang di luar keluarga besarku yang sudah menikah. Tidak baik menyimpan namaku, meski sebatas teman masa lalu.

Hal yang dia lakukan sangat sepele bagi kebanyakan orang. Dia hanya kerap menyaapku pagi-pagi dan menemaniku duduk di bangku luar kelas menunggu teman yang lain datang. Tidak ada yang kami lakukan, aku juga tidak banyak bicara dengannya. Tapi, saat itu hal itu sangat membantuku.

Dia satu-satu orang yang mau menyapaku meski aku tidak cantik dan tidak kaya. Dia hanya duduk, menyakan apa aku sudah menegrjakan PR yang pasti kujawab belum dan membuat dia terheran. Dia tidak meprotes atau menawariku apakah aku mau mensontek pekerjaannya atau tidak. Karena, saat itu memang tidak butuh hal itu. Dia tetap duduk di bangku yang sama menemaniku. Mungkin dia memang sebnarnya sednag menunggu pacarnya atu mantannya, aku tidak peduli. Dia melakukan itu hampir setiap hari.


                    Lalu, anak lelaki yang kedua adalah Andi. Dia tingggi, cindo, da yang kusuka darinya adalh rambutnya. Aku menaksir dia? Tidak, baik Nangga ataupn Andi, aku sama sekali tidak tertarik untuk menjadi pacarnya atau aku ingin dijadikan pacar. Tidak terlintas sama sekali. Aku lebih fokus ke kebaikan hati mereka berdua.

Andi tidak pernah melakukan yang Nagga lakukan. Dia pun lebih senang berteman dengana ank yang lain. Tapi, dia salah satu teman lelaki yang selalu bersikpa sopan padaku.

Satu hal yang saat itu sangat berkesan adalah, saat kakiku yang tidak tahu mengapa tiba-tiba tumbuh lia bisul kecil. Sesuatu yang menurutku aib. Aku memang punya kecenderungan punya luka di lutut dari kecil, biasanya karena jatuh setlah berlarian, korengan, hampir sembuh kemudian jatuh lagi, atau karena luka naik sepeda di mana aku dan sepeda sangat akrab sampai jatuh berpekukan.

Bisul kecil di kakiku yang mungki karena virus, masalahnya satu dunia saat itu yang kena bisul seperi itu hanya aku saja. Aku sudah mengecek lutut-lutut semua anak perempuan karena rok kami saat itu ada di anatar dengakul, kurasa satu SMA hanya aku yang roknya di atas dengkul, yang lainmenutupi dengkul atau di bawah dengkul dua atau tiga senti. Iya, bisul-bisul itu meletus di saat jam istirahat, bahkan aku tidak menyadarinya.

Ketika aku keluar darikelas di jam istirahat, Andi ayng sednag duduk dengan teman-teman yang lain langsung berdiri dari duduknya dan menghamopiriku. Dia menanyakan apakah aku sangat kesakitan. Da menunjuk lututku yang berdarah, dan menawarkan diri mengambil betadine di UKS. Aku mengatak tidak usah, karena perkataaannya membuatku jadi pusat perhatian teman yang lain.

Tanpa ba-bi-bu-be-bo sementara teman yang lain emlihatku dengan jijik, dai datang dengan betadine di tangnya. Padahal, dengkulku bisa kucuci di toilet sekolah atau di sumur. Tapi, demi menghargai kebaikannya, aku yang akhirnay mencuci lukaku, kemudian meneteskan betadine yang Andi beri. Setelah itu tidak ada cerita lagi, karena kakiku sembuh di hari berikutnya.

Semenjak itu terbersit dalam hatiku, kalau aku kelak akan menjadi saksi bahwa kebaikan mereka akan berujung karma baik. Dan, kurasa benar, meski aku tidak ingin kembali berhubungan dengan mereka dengan banyak pertimnbangan, aku yang berteman dengan keduanya di Fb, sebelum aku men-delete Andi, aku menyaksikan sendiri bagaimana karma baik bekerja kepada keduanya sampai hari ini.

Sehat-sehat dan banyak berkah kalian berdua, teruma kasih sudah dipertemukan Tuhan dan menjadi saksi kebenaran bahwa karma baik itu nyata.

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/155303888112960166/

 

 

 

Komentar