MONSTER PEMBUNUH (bab 27)

 


Bab 27.

‘’Masuk!” M menoleh dan mengangguk dari dalam.

Kepala toko melaporkan apa yang tukang parkir minta, M menagngguk. ‘’Baiklah, sudah dilakukaj, bukan?.’’

‘’Sudah, Nona.’’

M menahan agar Kepala Toko tidak keluar dari kantornya, dia ingin membicarakan beberapa hal. Kepala Toko mengangguk. M bangun dari meja kerjanya dan duduk di sofa. Mereka berdua tampak bicara banyak.

Kembali ke penjaga parkir yang dengan seksama mendengarkan sadapan suara dari meja yang dipantau sambil menikmati tegukan kopi dan menggigir chesse burger. Rekaman akan dilihat nanti setelah dia merasa cukup, Penjaga parkir akan mendapatkan rekamannya dikirim oleh bagian dalam coffee shop, atau dia sendiri yang akan masuk nanti.

Penjaga parkir juga masih bisa mendengarkan sambil mengatur parkiran orang yang datang dan pergi dari coffee shop. Dua orang yang dipantau sekarang sudah keluar dari coffee shop. Mereka masuk ke mobil masing-masing dan pergi setelahnya.

Tampak penjaga parkir melaporkan hasil pantauannya. Dia menyebutkan nomor mobil keduanya. Seseorang dari seberang telepon mendengarkan dan memberikan reaksi. Penjaga parkir mengangguk-angguk, dan setelahnya pembicaraan disudahi.

Penjaga parkir bertugas seperti biasa sampai sore hari. Setelahnya akan digantikan oleh penjaga satunya lagi. Fleksibel saja sebenarnya, Kadang dia bertugas dari pagi sampai malam berdua, atau dia pagi dan penggantinya malam, atau dia pagi dan berdua bertugas malam, atau sebaliknya.

Hari ini penggantinya sedang kurang enak badan, dia beristirahat di kamar tersendiri di coffee shop, sama-sama orang agensi J. Awalnya petugas parkir bertugas sendiri saja siang malam, tetapi karena kadang ada tugas mendadak dari agensi, jadi sekarang ada teman sesama penjaga.

Tidak masalah sebenarnya siapa yang jaga, ada laporan tersendiri kepada Kepala Toko, dan itu yang akan dilaporan kepada J. Tentang gaji dan apa pekerjaan keduanya setelah jam kerja atau di saat jam kerja, pagawai coffee shop tidak tahu menahu dan memang tidak mau tahu.

Penjaga parkir tampak masuk dan sepertinya tertidur atau sebenarnya masih berjaga dan hanya tidur sebentar saja, menjelang tengah malam dia keluar berpakaian rapi. Dia tampak tetap tampan, ha nya lebih tampan saja sebenranya. Semua pekerja agensi memang orang trepilih, mereka tampan-tampan dan mahir bermain senjata tentu saja.

‘’Aku pergi dulu. Kabari aku kalau ada apa-apa. Jangan bertindak sendiri kalau memerlukan bantuan.’’

Penjaga yang berjaga malam ini tertawa. ‘’Sialan, kau bukan ayahku!’’

‘’Tapi, kalau kamu macam-macam, aku yang akan kena, dari bos juga dari istrimu.’’

‘’Iya, lupakan perkataanku Baiklah, aku akan berjaga, selamat bertugas! Jangan lupa makan dan pulang. Aku akan bosan berjaga sendiri kalau kau mati, dan Tuan J pasti akan berduka lebih lama dari yang kita kira.”’

Penjaga parkir itu tersenyum. Benar J bagi mereka adalah bos yang seperti ayah, meski umurnya tidak jauh dari umur mereka. Bekerja di agensi J, berarti bekerja satu keluarga juga, karena J menjamin orang yang ada di dalam agensinya dengan menyeluruh. Sebagia imbal balik, para pekerja dan keluarganya terikat untuk tidak membocorkan semua yang mereka ketahui ke pihak manapun.



 

Komentar