MONSTER PEMBUNUH (bab 28)

 



Image; https://id.pinterest.com/pin/568931365444483380/

Bab 28

A sedang mematut diri di depan cermin, ketika sebuah pangglan masuk menjerit di hanphonenya. Sudah tiga kali, dan ini panggilan masuk ke tiga. A melihat ke arah handphonenya, ada sedikit rasa terganggu, malas,  tapi dia sedikit penasaran, di saat seperti ini siapa yang menelpon, dari kantor itu tidak mungkin, jadwal hari ini sudah dikirim semalam.

Tidak ingin menjadi menjadi sangat terganggu dan nantinya bad mood, akhirya A memilih menangguhkan sebentar kegiatannya. Dia mengambil handphonenya.

‘’Halo, selamat Pagi!’’

 ‘’Kenapa kau tidak sabar pagi ini? Ada apa? Apa kau tahu, panggilanmu bisa membuat garis alisku naik satu? Aku sedang menggambar alis.’’


Terdengar seseorang di seberang telepon meminta maaf. A tertawa karenanya. Bagaimana mungkin dia bisa marah, kalau yang menelpon adalah sahabat sekaligus karyawan andalannya di toko bunga miliknya.

‘’Apa? Baiklah, aku akan menyalakan televisi.’’

 ‘’Apakah hari ini kau akan datang ke kantorku?’’


 ‘’Tidak-tidak, pekerjaanmu bagus seperti biasa. Aku hanya ingin kita ngopi cantik. Kalau kau ada waktu kau bisa datang kapan saja.’’

 ‘’See you!’’

Sepertinya M menyudahi panggilannya, dan dia melakukan itu agar A menyalakan televisi.


A mengambil remote dan menyalakan televisi, volume suaranya dinaikkan, sementara dia kemudian meneruskan mematut diri di depan cermin lagi. Terdengar dari duduknya, reporter televisi mengabarkan peliputan kejadian satu jam yang lalu. Kejadian yang mirip dengan yang dialami R dan dirinya, mobilnya diberondong peluru.


A memutar duduknya, dia memperhatikan layar televisi yang berada di dinding depan tempat tidurnya. Benar, kejadiannya mirip. Adalah pelaku atau dalangnya andai memakai jasa pembunuh bayaran, dan motiifnya sama?


A terdiam setelah mematikan layar televisi. Ini apa? batin A. A menyelesaikan urusan di depan cermin, kemudian bersiap ke kantor. Begitu dia keluar rumah, dia mengangguk ketika supir pribadinya mengajukan diri mengantar.




Komentar