Puisi 54. Tentang Hati Terluka yang Kau Ceritakan Padaku Anggap Itu Angin Lalu

 


Tentang Hati Terluka yang Kau Ceritakan Padaku Anggap Itu Angin Lalu

Jakardah, 5824



BLOG NURLAELI UMAR- Kau mengatakan aku rumah tempat kau pulang.

Bukan tempat singgah, setelah selama ini kau sibuk dengan perjalanan panjang.

Setelah kau usai dengan bersenang-senang.

Kau bicara semua lukamu, rasa sakitnya dan siapa yang membuatnya.

Dan, berharap aku mengobatinya hingga sembuh tiba.

 


Seekor burung terluka dan hinggao di jendela kamarku.

Rabu kemarin, ketika hati sedang rapuh.

Hampir runtuh oleh keadaan, dan angin puyuh.

Aku menangkapnya dan akhirnya lukanya sembuh.

 


Kau dan burung, tentu akan kuobati, setelah itu kalian harus pergi.

Karena, aku tak ingin jadi merpati, atau mati rasa nanti.

Karena, itu bukan cinta, tapi hanya empati.

Soal cinta, dia akan datang, menetap, di sini, sampai salah satu dari kami mati.

Bukan kamu, bukan burung, tapi orang lain lagi yang datang nanti di suatu hari.

Yang tidak hanya bisa mengukir janji, tapi menghujani yang kau sebut rumah ini, dengan bukti-bukti.

 

https://id.pinterest.com/pin/3448137208712038/

Komentar