Tentang
Hati Terluka yang Kau Ceritakan Padaku Anggap Itu Angin Lalu
BLOG NURLAELI UMAR- Kau mengatakan
aku rumah tempat kau pulang.
Bukan tempat
singgah, setelah selama ini kau sibuk dengan perjalanan panjang.
Setelah kau
usai dengan bersenang-senang.
Kau bicara
semua lukamu, rasa sakitnya dan siapa yang membuatnya.
Dan, berharap
aku mengobatinya hingga sembuh tiba.
Seekor
burung terluka dan hinggao di jendela kamarku.
Rabu
kemarin, ketika hati sedang rapuh.
Hampir
runtuh oleh keadaan, dan angin puyuh.
Aku
menangkapnya dan akhirnya lukanya sembuh.
Kau dan burung,
tentu akan kuobati, setelah itu kalian harus pergi.
Karena, aku
tak ingin jadi merpati, atau mati rasa nanti.
Karena, itu
bukan cinta, tapi hanya empati.
Soal cinta,
dia akan datang, menetap, di sini, sampai salah satu dari kami mati.
Bukan kamu,
bukan burung, tapi orang lain lagi yang datang nanti di suatu hari.
Yang tidak
hanya bisa mengukir janji, tapi menghujani yang kau sebut rumah ini, dengan
bukti-bukti.
Komentar
Posting Komentar