Puisi 55. Seolah Olah dan Tiba Tiba

 


Seolah Olah dan Tiba Tiba

Jakardah, 11817


BLOG NURLAELI UMAR- Kau bilang hidup ini biarkan saja seolah-olah, lalu jalani seperti seolah olah agar tidak menjadi seolah olah lagi.

Tapi, nyata adanya.

Kau bilang semua hanya tipuan ego sampai kapan pun, karena kita serakah dan tidak pernah sampai di titik puas.

Kita membenci hari ini,mencela kemarin, bermimpi tentang esok, tapi kita tetap hidup di hari ini baik dengan baik baik atau tidak baik baik.

Kita mencela hari ini, bermimpi tentang esok, dan ketika esok datang kita merindu mati-matian tentang hari ini.

Seperti kata merdeka, yang kita puja kemarin, tapi hari ini masih mempertanyakan apa itu merdeka, karena sejatinya merdeka adalah berjuang itu sendiri.

Merdeka kehilangan makna, ketika kita menjadikannya hanya sebagai pencapaian tak berkelanjutan.

Kita akan selalu merasa merdeka atau hanya dengan terus menjalani hari ini dengan lebih baik dari kemarin dan sebelumnya.

Dulu orang berjuang melawan penjajah, lalu merdeka, bukan berarti hari ini tak ada yang bisa menjajah.

Adakah kau tahu yang paling mengerikan adalah kita dijajah oleh diri sendiri, oleh anak bangsa sendiri, dan oleh kesalahan yang dibuat oleh kebodohan diri sendiri?

Seperti negeri ini yang terus mempertanyakan, sudahkan ada bagian yang diambil oleh masing masing diri utuk membuktikan bakti.

Bukan saling menuntut satu dengan yang lainnya seberapa banyak yang telah diberikan. Lalu, merasa paling bisa membusungkan dada merasa ada dan sudah berjasa. Merasa paling harus mendapatkan kuntungan paling banyak.

Padahal, sejatinya hanya saling berlomba mengeruk untuk kepentingan diri sendiri dan kesejahteraan lingkaran dirinya dan orang orangnya saja.

Bukan juga kemerdekaan yang ditularkan dengan bersenang senang mengajari semacam keberhasilan melewati garis finish dengan lomba balap karung dan menggigit sendok berisi kelereng.

Sehingga mereka hanya tahu Hari Kemerdekaan berarti pesta kecil dengan hadiah tiga buah buku tulis saja.

Entah mengapa aku tiba-tiba benci lomba makan kerupuk, tarik tambang, makan telor, balao karung, dan semuanya, karena hanya anak dan saudara panitianya saja yang dimenangkan.


Imahge; https://id.pinterest.com/pin/29977153763595618/

Komentar