Puisi 56. Ini yang Dinamakan Rindu Kurasa Begitu

 


Ini yang Dinamakan Rindu Kurasa Begitu

Jakardah, 19824


BLOG NURLAELI UMAR- Tik-tak-tik-tak-tik-tak.

Aku mendengar detak detik jarum jam, dan mulai ikut menghitungnya.

Terdengar sangat malas, sampai aku merasa ingin memutarnya sendiri karena tak sabar.

Bagaimana bisa selambat itu? Terlalu sekali!

 


Perasaan ingin bertemu semakin sakit di dadaku.

Seperti mengiris dan semakin perih.

Ingin kusudahi, tapi tak bisa, semakin berharap semua terobati.

Dengan hadirmu di depanku.

Aku bosan bertemu dalam mimpi.

 


Ini bukan sedang jatuh cinta, tapi didera rindu.

Perasaan yang menyertai setelah jatuh cinta, karena tak jumpa.

Apa semua orang pernah merasakannya?

Kukira iya, benar, karena sama-sama punya hati.

 


Aku tidak bisa paham, bagaimana orang-orang bisa tahan.

Apa mereka punya semacam baju pelindung.

Atau sebenarnya mereka lebih parah dariku.

Tetapi, kenapa mereka bisa tetap terlihat baik-baik saja.

Tidak kacau seperti diriku saat ini.

 


Rindu ini terasa indah, kalau setelah rindu terbitlah bertemu.

Seperti itu katanya. Tapi, lagi-lagi kurasa iya. Benar begitu adanya.

Beda andai rindu tidak bisa berjumpa sampai waktu yang lama.

Kurasa itu akan menyiksa, dan aku akan terbiasa dengan menghitung detak dari detik jam entah sampai kapan.


Image; https://id.pinterest.com/pin/1337074887488247/

 

 

 

Komentar