Ini yang Dinamakan Rindu Kurasa Begitu
Jakardah, 19824
BLOG NURLAELI UMAR- Tik-tak-tik-tak-tik-tak.
Aku mendengar detak detik jarum jam, dan mulai ikut
menghitungnya.
Terdengar sangat malas, sampai aku merasa ingin
memutarnya sendiri karena tak sabar.
Bagaimana bisa selambat itu? Terlalu sekali!
Perasaan ingin bertemu semakin sakit di dadaku.
Seperti mengiris dan semakin perih.
Ingin kusudahi, tapi tak bisa, semakin berharap semua
terobati.
Dengan hadirmu di depanku.
Aku bosan bertemu dalam mimpi.
Ini bukan sedang jatuh cinta, tapi didera rindu.
Perasaan yang menyertai setelah jatuh cinta, karena tak
jumpa.
Apa semua orang pernah merasakannya?
Kukira iya, benar, karena sama-sama punya hati.
Aku tidak bisa paham, bagaimana orang-orang bisa
tahan.
Apa mereka punya semacam baju pelindung.
Atau sebenarnya mereka lebih parah dariku.
Tetapi, kenapa mereka bisa tetap terlihat baik-baik
saja.
Tidak kacau seperti diriku saat ini.
Rindu ini terasa indah, kalau setelah rindu terbitlah
bertemu.
Seperti itu katanya. Tapi, lagi-lagi kurasa iya. Benar
begitu adanya.
Beda andai rindu tidak bisa berjumpa sampai waktu yang
lama.
Kurasa itu akan menyiksa, dan aku akan terbiasa dengan
menghitung detak dari detik jam entah sampai kapan.
Image; https://id.pinterest.com/pin/1337074887488247/
Komentar
Posting Komentar