Puisi 57. Adakah Aku Siluman Keong

 


Adakah Aku Siluman Keong

Jakardah, 27824

BLOG NJRLAELI UMAR- Kau bilang orang-orang akan pulang ketika malam turun usai senja.

Tak perlu menunggu berkabung, meski itu pekat hitam.

Orang-orang akan pulang membawa beban, setelah seharian berjalan.

Menjalani rutinitas kehiduoan yang kadang membosankan, kadang banyak kejutan.

 


Kau bilang aku harus pulang juga, biar tak kemalaman, juga kedinginan.

Katamu aku bisa membatu kalau tak pulang, benarkah begitu?

Bagaimana kalau aku tak mau pulang?

Kaubilang itu tidak pernah dibenarkan aturan, orang harus pulang titik.

 


Kau benar, aku pernah beranjak dari satu titik yang kausebut pergi.

Kalau sudah pergi, mesti pulang.

Tapi, aku tak punya rumah, entah itu yang beratap, entah itu hati yang harus kujumpai.

Apakah, aku bukan bagian dari orang-orang?

 


Suatu saat mungkin aku akan punya rumah sendiri.

Rumah untukku yang sendiri.

Benar-benar sendiri.

Jadi, aku tak perlu pergi dan pulang.

Aku juga tak takut kemalaman.

Karena aku akan membawa rumahku ke mana pun aku pergi.

 


Adalah aku siluman keong?

Bisa jadi, mungkin memang begitu.

Saat itu, aku pasti tak perlu pulang dan tak perlu gundah lagi.

Hanya bisa pergi dan pergi.

Tak perlu kembali, tak ada hati yang akan tersakiti, karena menanti.

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/9359111720696936/

Komentar