SENDIRI DULU (empat puluh enam)

 


SENDIRI DULU (empat puluh enam)

BLOG NURLAELI UMAR- “Satu lagi, ya, habis itu kita masuk ngerjain tugas.’

Baru saja mereka mau menjolok satu lagi, terlihat di kejauhan ada guru keluar dari ruang guru.

“Wooiii, udahan! Lariii!”

 Salah satu dari mereka ada yang berteriak, lihat saja semua anak jadi kocar-kacir. Galah bambu yang diambil itu sebenarnya bukan galah, tetapi benar-benar batang bambu yang dibawa rame-rame dari samping sekolah. Meraka serentak melemparkan galah itu dan berlari menuju kelas.

“Untung aja gak kemari. Mana buahnya? Gue belum pernah makan yang beginian?” tanya salah satu dari mereka.

“Iya, ayo bagi!”

Yang lain menyahuti dengan teriakan yang sama bergatian. Mereka membuka buah itu beramai-ramai dan mencicipinya sedik-sedikit..

“Besok yang sebelah kanan masih ada buat cadangan, seru … gue mau lagi!” kata salah satu anak cowok ngasih ide.

“Gak bisa!” balas yang lain.

“Kok gitu?”

“Pihak sekolah tahu kegiatan kita, tuh lihat galahnya dipindahin!” tunjuk anak yang sedang berdiri dekat jendela.

“Yah … tapi, ya, udah lah, biar gitu kita masih bersyukur, mungkin karena pagi, jadi kita gak dapat peringatan, coba kalau kejadiannya jam siang, wah, bisa kena setrap satu kelas. Belum lagi kelas lain pasti ikut ambil bagian.”

“Kita kerjakan tugas, lupakan soal terung belandanya!” Ketua Kelas langsung mengambil tindakan.

Orang bilang masa SMA itu lebih menarik daripada masa kuliah banyak hal-hal konyol yang nantinya bisa jadi kenangan. Perpaduan antara nakal, pintar dan seru. Tadi Angga yang tenang bisa menjadi heboh hanya gara-gara terung belandanya jatuh tepat di hidungnya. Atau Randi yang jenius langsung menjadi penyemangat nomor satu dan melontarkan ide mengambil galah, meski resikonya bajunya kotor, karena bambu terciprat tanah saat hujan sebelumnya dan dia langsung memeluk bambu itu tanpa sadar.

Dan yang lebih menyenangkan ternyata menjolok terung belanda bisa membuat mereka punya semangat menghabiskan soal-soal kimia berjumlah lima puluh.*


**

Komentar