SENDIRI DULU (tiga puluh delapan)

 


TIGA PULUH DELAPN

BLOG NURLAELI UMAR- “Enggak, cuma mau nawarin mie ayam kesukaanmu. Lama gak makan bareng.”

“Makasih, tapi aku udah kenyang. Kali lain aja. Aku ke kelas dulu.”

“Nanti aku tunggu, ya, di depan, pulang sekolah.”

 Ingatan Tifa kembali ke hari kemarin, saat akhirnya dirinya diselamatkan oleh tawaran Angga.

“Gak, deh. Aku ada acara buat pemantapan dua hari lagi. Duluan, Kak!”

Berhasil! Tifa tampil dengan memukau, dan itu membuat Tio kaget. Bahkan, Tifa lebih tegar dari yang dia kira. Dengan dinginnya Tifa menjawab semua pertanyaan dan menolak tawaran Tio. Bahkan, tanpa menunggu kata “iya”, Tifa berlalu dengan tenangnya. Itu menyakitkan buat Tio!

“Yuk, Kak!” Liana menarik tangan Tio untuk segera masuk ke dalam kantin.

Bukan gak peduli dengan kejadian barusan, tapi sungguh ini karena dia merasa terbakar dan menyadari jika Tio harus diselamatkan dari perasaan sakit hati karena sikap Tifa.

Liana gak ingin apa pun yang berhubungan dengan Tifa mengganggunya, termasuk perhatian Tio. Tifa bagi Liana adalah anak perempuan menyebalkan yang gak bisa dikecilkan.

“Kita pesan ketoprak, ya. Aku lapar.”

Teman sekelas yang tadi satu meja dengan Tifa kesal bukan kepalang, hampir saja Katalina maju dan memberi sebuah ancaman agar Liana menjaga sikap. Tapi, teman yang lain menarik untuk menjauh dan pergi secepatnya dari kantin. Bukan gak mau bermasalah, cuma takut berimbas kepada nama baik Tifa saja.

“Jangan bikin Tifa kehilangan pamor, kalau dia butuh bantuan, dengan satu isyarat kita akan bantu dia, tapi gak dengan cara kampungan seperti ini,” ujar salah satu dari mereka.

Kantin mulai sedikit sepi, serbuan anak-anak karena lapar sudah berakhir. Jam istirahat yang tinggal sedikit. Tinggal beberapa, dan mungkin karena tadi dapat antrian nomor akhir saja. Tio memutar pandangan, akhirnya dia memilih tempat duduk di sebelah Barat. Sebuah meja yang berpenghuni.

 “Gue duduk di sana.” Tio menunjuk dengan telunjuknya, ketika Liana mengajaknya duduk dekat pintu masuk.

 

Komentar