TIGA PULUH TIGA
BLOG NURLAELI UMAR- Tifa pasti salah paham! keluh Tio
perih.
“Li, gue udah bilang kalau gue ada
janji. Loe sih, kenapa loe ganggu gue mulu?”
“Bukan gitu, Kak. Saya mau Kakak
membantu saya mengerjakan PR, atau setidaknya meluangkan waktu untuk membantu.”
“Tapi loe kan tahu gue gak bisa, kita
lain jurusan, dan seharusnya loe minta tolong anak kelas lain yang sejurusan
sama loe, itu baru bener!”
“Iya, maafin saya. Terus Kakak janji
mau ketemu siapa? Jadi Kakak di depan gerbang bukan menunggu saya?”
Tio berjalan, sementara Liana
mengikuti dari belakang. Cewek yang aneh, dan bikin kangen gue bantat! Tio
kesal karena Tifa akhirnya pulang bareng Angga.
Tifa sudah sampai di depan rumahnya.
Perjalanan yang harusnya ditempuh bareng Tio. Tapi dia menepisnya, dia gak
ingin mengingat kejadian di pintu gerbang.
“Makasih, Ngga. Mau mampir dulu?”
“Gak, gue ada urusan domestik.”
“Hah?” tanya Tifa heran.
“Gue mesti antar jemput adek gue les.
Terus gue juga mesti ngerjain PR segudang tadi.”
“Gak mau belajar bareng?”
“Mau sih, tapi loe ‘kan ada janji
belajar sama Randi?”
“Memang kenapa sama Randi?”
“Gak, gue gak mau ganggu aja
konsentrasi loe buat persiapan ke olympiade.”
“Cemburu?”
“Gak.”
“Masa?”
“Gue sama Randi adalah sahabat tempat pulang waktu loe luka, dan loe tempat gue dapat semangat.”
Komentar
Posting Komentar