AkudanDia 12 Jangan Abaikan Ini soal Laki Laki dan Hubungan Selanjutnya, Sepele tapi Ternyata Gak Main-Main

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/3729612240983653/

Jangan Abaikan Ini soal Laki Laki dan Hubungan Selanjutnya, Sepele tapi Ternyata Gak Main-Main

BLOG NURLAELI UMAR- Banyak perempuan ketika jatuh cinta mengabaikan hal yang satu ini. Dan, mereka baru menyuadarinya setelah hubungan berjalan dalam waktu yang lama. Kebiasaan ini sebenarnya sudah tercium dari awal mereka menjalin kedekatan.

Apa itu? Banyak perempuan mengeluh suaminya pelit setelah mereka menjadi suami istri. Mereka mengluhkan gaji suami yang tidak diberikan semua, atau bahkan sudah tidak diberikan tidak transaparan pula.

Memang ada yang berprinsip gaji suami tidak harus diberikan kepada istri semuanya. Itu benar, kalau si suami paham mana uang dapur dan mana yang disebut nafkan istri. Si suami bisa membedakan dan tidak mencampur aduk keduanya.

Karena, nafkah istri sebenarnya berbeda dengan uang dapur. Nafkah istri murni seutuhnya hak istri. Andai dia ingin memberikan sebagian untuk menambal kebutuhan dapur atau memberikan hadiah, sedekah, dan hal yang ingin dilakukan istri, itu silakan saja.

Masalahnya, banyak yang mencampurkan antara uang dapur dengan nafkah istri. Padahal setelah ditelusuri, si istri jatuhnya tidak diberi nafkah, tapi hanya uang dapur saja. Ujung-ujungnya si istri merasa harus mengambil jatah uang dapur hanya untuk sekadar membeli bedak.

Laki-laki sudah bisa terdekteksi pelit itu sebenarnya semenjak dari awal hubungan. Aoa ciri-cirinya?

1.         Tidak pernah membelikan hadiah, padahal saldo ATM-nya sekian digit.

2.         Dia pelit murni, di mana semasa masa pedekate, sering split bill, dari pada mentraktir si perempuannya.

3.         Dia gemar meminjam uang perempuannya, meski dengan alasan nanti diganti. Ketika diminta uangnya alasannya sama pacar saja perhitungan.

4.         Jelas-jelas dia ‘mokondo’ atau lebih seramnya lagi ‘nguras’.

Memang, semasa si perempuan bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri dengan penghasilan yang besar hal itu, maksudnya kepelitan suami bukan masalah. Yang jadi maslah adalah, pernikahan bukan satu hari, satu bulan, atau satu tahun saja.



Komentar