MONSTER PEMBUNUH (bab 40)

 

Image; https://id.pinterest.com/pin/45387908739502624/

Bab 40

BLOG NURLAELI UMAR- Begitu M sampai di depan pintu masuk pelataran parkir di mana coffee shopnya berada, mobil J pun sampai. M masuk ke area parkir dan memarkirkan mobilnya, J pun sama , dia mengikuti M dan memarkirkan mobilnya di samping mobil M.

J bergegas turun dan mendekat ke pintu mobil samping kemudi milik M. J menunggu M turun, tetapi M hanya menurunkan kaca depannya saja.

‘’Aku baik-baik saja, aku tidak terluka. Aku hanya takut.’’

J mengangguk, ‘’Kalau begitu, turunlah!’’

M turun dan menghambur ke pelukan J. Untuk beberapa saat mereka tetap berpelukan. Setelah M merasa lebih tenang, dia mengajak J masuk. J mengangguk dan mereka berjalan sambil berpegangan tangan.

‘’Tolong buatkan minuman yang hangat dan air putih, satu-satu saja, dan bawa ke kantor, ‘’ kata J kepada kepala toko yang datang menyambut.

Kepala toko mengangguk, sementara M masuk ke ruangan kerjanya, J meminta izin untuk berbicara dengan penjaga parkiran.

‘’Selamat oagi, Tuan J!’’

‘’Pagi kembali! Bagaimana hari ini, ada keluhan?’’

‘’Saya sehat. Semua baik-baik saja.’’

J memperlihatkan handphonenya. ‘’Awasi perempuan ini! Beri aku laporan pergerakannya selam tiga hari ini. Kau hubungi seseorang untuk datang melihat luka di kaca mobil belakang. Aku mau kaca diganti secepatnya.’’

J mengeluarkan tujuh lembar uang seratusan ribu. ‘’Pakai ini untuk makan dan minum! Kacanya diganti secepatnya. Setelah selesai, pastikan kau pergi dengan tugasmu. Pengganti sementaramu akan dikirim secepatnya. Pastikan tidak mengeluarkan peluru, kalau tidak terpaksa.’’

J kembali masuk ke dalam. Dia masih dengan telepon genggam di tangannya yang ditempelkan di telinganya. Dia sedang bicara dengan seseorang, sepertinya bukan penjaga parkiran yang baru saja ditemuinya.

J menyudahi telepon dengan seseorang itu, dia masuk ke ruangan M membawa pesanan J.

‘’Ada yang diperlukan lagi, Tuan’’

‘’Tidak, terima kasih. Hanya saja pastikan orang di rumah menyalakan CCTV, dan laporkan kepadaku kalau ada yang mencurigakan. Cek semua CCTV di sini, dan dua coffee shop yang lain. Pastikan semua berfungsi.’’

‘’Baik, Tuan. Saya izin keluar.’’



 

 

 

 

Komentar